Iran Ancam Larang Kapal Negara Pemakai Asetnya Lewati Hormuz

Ancaman Iran dipicu oleh pernyataan Trump.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 29 Juli 2026, 21:11 WIB
Tiga anak laki-laki bermain di perairan dangkal Selat Hormuz saat kepulan asap akibat ledakan terlihat di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Senin (13/7/2026). (Dok. Razieh Poudat/ISNA via AP)

Liputan6.com, Teheran - Seorang juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa kapal milik perusahaan atau negara yang menerima uang dari aset Iran yang dibekukan berdasarkan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan dilarang melintasi Selat Hormuz.

Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa peringatan itu disampaikan Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya -lembaga komando operasional tertinggi dalam Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran- Kolonel Ebrahim Zolfaqari pada Selasa (28/7/2026). Ia menanggapi pernyataan Trump yang menyebut kapal-kapal yang rusak dalam perang baru-baru ini dengan Iran akan mendapat ganti rugi dari aset milik Iran yang dibekukan di luar negeri.

Zolfaqari menilai penggunaan aset Iran untuk membayar ganti rugi tersebut melanggar hukum. Ia juga memperingatkan akan ada konsekuensi apabila rencana itu dijalankan.

Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan melarang kapal milik perusahaan atau negara mana pun melintasi Selat Hormuz apabila perusahaan atau negara tersebut menerima pembayaran dari aset Iran yang dibekukan.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukan dirgantaranya telah menyerang sebuah pangkalan udara AS dan markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Yordania menggunakan rudal balistik.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (29/7) dini hari, Pasukan Dirgantara IRGC mengatakan serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan agresif militer AS terhadap Iran.

"Para personel pemberani Pasukan Dirgantara IRGC menyerang pangkalan udara AS dan markas CENTCOM milik militer AS di Yordania dengan sejumlah rudal balistik," demikian isi pernyataan tersebut.

IRGC menegaskan perlawanan akan terus berlanjut selama ancaman terhadap Republik Islam Iran serta tindakan ilegal dan bermusuhan pasukan AS terhadap kepentingan Iran masih berlangsung.

"Ancaman para pejabat AS dan campur tangan ilegal terhadap kepentingan kami harus dihentikan," kata IRGC.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi adanya rentetan serangan rudal balistik tersebut namun mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mengintersepsi seluruh rudal yang mengarah ke pangkalan di Yordania, sehingga tidak ada korban jiwa dari personel militer AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya