Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Inggris kembali menyatakan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) atau perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan UK Trade Commissioner for Asia Pacific Martin Kent.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini membahas penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Inggris sekaligus peluang memperluas kolaborasi pada sejumlah sektor strategis.
Advertisement
Airlangga mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam CPTPP menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
“Keikutsertaan Indonesia dalam CPTPP merupakan bagian dari strategi untuk memperluas akses pasar, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Menko Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Pemerintah Inggris memandang bergabungnya Indonesia dapat memperkuat posisi CPTPP sebagai perjanjian perdagangan berstandar tinggi. Keanggotaan Indonesia juga dinilai dapat meningkatkan relevansi kerja sama tersebut di kawasan Indo-Pasifik.
Selain CPTPP, kedua pihak membahas implementasi Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) yang telah ditandatangani pada Januari 2026.
Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Dalam implementasi EGP, Indonesia memiliki sejumlah sektor yang menjadi prioritas kerja sama dengan Inggris.
Airlangga menyebut prioritas tersebut meliputi pengembangan sumber daya manusia, energi, investasi, serta transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi ekonomi kedua negara sekaligus mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Menko Airlangga.
EGP menjadi salah satu instrumen yang digunakan kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mengembangkan kerja sama di berbagai sektor yang menjadi kepentingan bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menyampaikan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru Kerajaan Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham.
Ia berharap hubungan strategis Indonesia dan Inggris semakin erat, sejalan dengan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.
Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap proses implementasi EGP setelah kesepakatan tersebut ditandatangani pada awal 2026.
Buka Peluang Akses Pasar Lebih Luas
Selain melalui kerja sama bilateral, pemerintah mendorong integrasi ekonomi Indonesia melalui proses aksesi ke CPTPP.
Keikutsertaan dalam perjanjian perdagangan tersebut diarahkan untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional sekaligus memperkuat rantai pasok.
Inggris kembali menegaskan dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia. Pemerintah Inggris menilai kehadiran Indonesia berpotensi memperkuat CPTPP sekaligus meningkatkan relevansi kemitraan tersebut di kawasan Indo-Pasifik.
Airlangga menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Inggris masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.
Pemerintah Indonesia pun menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan Inggris, baik melalui implementasi EGP maupun dalam proses Indonesia untuk bergabung dengan CPTPP.
Ke depan, implementasi EGP diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya pada sektor investasi, energi, sumber daya manusia, dan ekonomi berkelanjutan.
Sementara proses aksesi CPTPP menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas integrasi perdagangan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi perekonomian nasional.