Respons Adhi Karya Soal Proyek LRT City ADCP yang Mangkrak

Manajemen Adhi Karya menanggapi permintaan penjelasan kepada bursa mengenai proyek LRT City yang dijalankan entitas anak ADCP.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Juli 2026, 19:10 WIB
Sebuah maket plan yang mengusung konsep Transit Oriented Development digelar pada pameran properti LRT City Expo di Jakarta. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai proyek LRT City yang digarap anak usaha perseroan Adhi Commuter Properti (ADCP) yang dikabarkan mangkrak dan menghadapi keterlambatan serah terima unit.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (29/7/2026), manajemen PT Adhi Karya Tbk menyampaikan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) adalah entitas anak perseroan yang bergerak di bidang pengembangan properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).  Hingga kini, ADCP memiliki 13 proyek on hand yang terdiri atas enam proyek yang telah selesai, dan empat beroperasi yakni empat apartemen, satu landed dan satu office tower. Sisanya proyek masih dalam tahap pembangunan atau under construction.

Dari keseluruhan proyek itu, terdapat total 9.839 unit hunian. Hingga kini, sebanyak 5.392 unit telah terjual. Dari jumlah itu, sebanyak 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, ADCP tidak hanya bertumpu pada penjualan unit hunian, tetapi telah mengembangkan dan mengoperasikan aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang atau recurring income.

Adhi Karya menyebutkan, ADCP telah menyelesaikan pengembangan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.456 m2, serta mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.

"ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Hadapi Tantangan Likuiditas

Ilustrasi LRT City (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Adhi Karya menyebutkan, anak usahanya ADCP menghadapi tantangan likuiditas. "Saat ini,  ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Manajemen Adhi Karya menjelaskan, pipeline business yang berbasis pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), mengharuskan korporasi untuk menyediakan kawasan lahan di sekitar area stasiun transportasi umum: Commuter Line, LRT, dan BRT termasuk menyediakan fasilitas infrastruktur pendukung. Sementara itu, pengembangan hunian dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana pengembangan.

“Di sisi lain, kondisi pasar properti dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih turut mempengaruhi tingkat penjualan produk, sehingga berdampak pada penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek,” demikian seperti dikutip.

Adapun sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia.

Selain itu, ADCP juga sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.

Manajemen Adhi Karya mengatakan, hingga saat ini tidak ada informasi atau kejadian penting lain yang material sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan serta mempengaruhi harga saham perseroan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya