Liputan6.com, Tokyo - AEON Mall Kumamoto yang hancur akibat ledakan setelah gempa besar mengguncang Jepang selatan pada Selasa (28/7/2026), ternyata baru kembali beroperasi sekitar satu bulan lalu. Pusat perbelanjaan tersebut sebelumnya menjalani renovasi besar sebagai simbol kebangkitan setelah selamat dari gempa mematikan yang melanda Kumamoto satu dekade silam.
Dikutip dari Channel News Asia, pada gempa berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang Kumamoto pada April 2016, mal itu mengalami kerusakan parah hingga harus ditutup selama berbulan-bulan. Proses pembangunan kembali berlangsung lebih lama sebelum akhirnya kompleks tersebut diperluas dan diperbarui pada 2017.
Advertisement
Dalam proyek tersebut, pengelola memperkenalkan berbagai peningkatan, mulai dari plafon yang diperkuat untuk menghadapi gempa hingga sistem keselamatan dan ketahanan bangunan yang diklaim lebih baik.
Kehadiran pabrik perusahaan semikonduktor asal Taiwan, TSMC, di Kumamoto pada 2024 turut mendongkrak jumlah pengunjung. Aeon Mall Kumamoto kemudian menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan lebih dari delapan juta pengunjung setiap tahun.
Kompleks tersebut memiliki sekitar 200 toko dan tempat usaha, sebuah bioskop, serta area parkir yang mampu menampung hingga 5.000 kendaraan.
Namun, harapan untuk memulai lembaran baru itu sirna hanya beberapa pekan setelah peresmian kembali.
Gempa kuat yang mengguncang wilayah Kumamoto pada Selasa sore membuat para karyawan segera mengevakuasi pengunjung keluar gedung. Juru bicara Aeon mengatakan para pegawai membantu mengarahkan pengunjung menuju area yang aman.
Pemerintah Prefektur Kumamoto menyebut sekitar 200 orang berhasil dievakuasi dari dalam pusat perbelanjaan.
Sekitar satu jam kemudian, ledakan besar mengguncang bangunan. Dinding-dinding mal runtuh dan sebagian besar struktur dalam bangunan terbuka. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi aktivitas belanja berubah menjadi puing-puing dan rangka bangunan yang porak-poranda.
Keberadaan Puluhan Karyawan Belum Diketahui
NHK melaporkan sekitar 20-30 karyawan mal masih belum diketahui keberadaannya. Sejumlah saksi juga mengaku mencium bau gas di sekitar lokasi sebelum maupun setelah ledakan terjadi.
Sejumlah media Jepang, termasuk NHK, melaporkan banyak orang dikhawatirkan tewas atau masih terjebak di dalam bangunan. Namun, Kepolisian Kumamoto menyatakan ancaman gempa susulan membuat tim penyelamat belum dapat memulai operasi pencarian dan evakuasi di struktur bangunan yang telah rusak. Lokasi mal berada hanya beberapa kilometer dari pusat gempa.
Bagi masyarakat di kota-kota kecil Jepang, pusat perbelanjaan Aeon bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pusat hiburan dan aktivitas keluarga.
AEON Mall Kumamoto sendiri memiliki ikatan emosional dengan warga setempat. Setelah gempa 2016, salah satu supermarket di dalam mal pernah menjual nasi kepal onigiri seharga hanya 10 yen per buah untuk membantu meringankan beban para korban bencana.
Saat diresmikan kembali pada 13 Juni lalu, pihak pengelola menyebut pembukaan itu sebagai awal baru bagi Aeon Mall Kumamoto.
"Dalam momentum 21 tahun sejak pembukaan dan 10 tahun pemulihan kawasan pascagempa 2016, kami melakukan pembaruan besar terhadap pusat perbelanjaan ini," tulis Aeon Kumamoto dalam siaran pers saat itu.
"Melalui inisiatif 'memulai kembali' ini, kami memasuki tahap pertumbuhan baru dan berupaya menjadi pusat perbelanjaan yang menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat di seluruh kawasan," demikian pernyataan pengelola.