Cerobong Pabrik Runtuh Usai Gempa Jepang, Sejumlah Orang Hilang

Gempa yang mengguncang wilayah barat daya Jepang memicu serangkaian insiden.

oleh Septian DenyDiterbitkan 28 Juli 2026, 21:39 WIB
Papan Nama Restoran Roboh akibat Gempa di Kumamoto, Jepang, Selasa (28/7/2026). (Dok. Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Gempa yang mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026), memicu serangkaian insiden, termasuk runtuhnya cerobong di sebuah pabrik kertas di Prefektur Kumamoto. Kejadian ini menyebabkan beberapa orang dilaporkan hilang.

Dikutip dari The Guardian, Kepolisian Yatsushiro melaporkan bahwa sejumlah orang masih belum diketahui keberadaannya setelah cerobong di pabrik Nippon Paper Industries Yatsushiro ambruk akibat gempa. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran saat ini masih melakukan penyelidikan dan upaya penanganan di lokasi. Pabrik tersebut berada di Kota Yatsushiro.

Dampak gempa juga mengganggu transportasi. Kantor berita Kyodo melaporkan sebuah kereta keluar dari rel dan tergelincir di Stasiun Yatsushiro.

Selain itu, tembok batu di Kastel Kumamoto mengalami kerusakan akibat guncangan. Seorang pendeta kuil Shinto di Kota Mashiki, Yozo Kai, mengatakan beberapa lentera batu di kompleks kuil roboh akibat gempa.

"Saya khawatir aula utama dan gerbang kuil akan kembali miring," ujarnya kepada Kyodo.

Sementara itu, Hiroki Shimoda, seorang pejabat di Balai Kota Mifune, mengaku guncangan kali ini mengingatkannya pada gempa besar Kumamoto yang terjadi sekitar satu dekade lalu.

"Guncangannya mengingatkan saya pada gempa Kumamoto 10 tahun lalu dan saya merasa sangat takut," kata Shimoda.

Dia juga menyaksikan genteng-genteng rumah di sekitarnya berjatuhan ke tanah.

Sebagai catatan, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) semula melaporkan gempa tersebut bermagnitudo 7,1 sebelum kemudian merevisinya menjadi magnitudo 6,8.    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya