Perkampungan yang Tenggelam di Bendungan Karian Muncul Lagi

Sebuah perkampungan yang tenggelan di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten, tiba-tiba muncul kembali.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 28 Juli 2026, 20:13 WIB
Penampakan perkampungan yang sudah tenggelam di Bendungan Karian Lebak Bantun muncul kembali. (Liputan6.com/ Dok BBWS C3)

Liputan6.com, Lebak - Perkampungan yang telah ditenggelamkan sebagai Bendungan Karian, di Kabupaten Lebak, Banten, kembali muncul, karena kapasitas air menyusut selama musim kemarau.

Bangunan berupa rumah hingga masjid yang tadinya berada di dalam air Bendungan Karian kini terlihat kembali, seiring menyusutnya ketinggian air selama musim kemarau.

Saat proses pembangunan bendungan, rumah maupun masjid memang tidak dihancurkan, sehingga bisa terlihat kembali saat air surut.

"Proses konstruksi hanya melakukan clearing terhadap vegetasi, sedangkan tidak seluruh bangunan dilakukan pembongkaran. Oleh karena itu, ketika muka air waduk mengalami penurunan secara alami, sisa bangunan tersebut dapat kembali terlihat," ucap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yudha Lesmana, dalam keterangan resminya, Selasa (27/7/2026).

Bendungan Karian yang diresmikan pada 2024 lalu oleh Presiden Jokowi itu mengalami penurunan ketinggian air mencapai 80 cm.

BBWS C3 mengklaim debit air yang mengalir sekitar 24 meter kubik per detik dan tetap bisa mengairi saluran irigasi hingga ke wilayah Serang. Begitupun layanan air bersih juga tidak terganggu hingga hari ini, Selasa, 28 Juli 2026.

"Penurunan muka air sekitar 80 centimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk," terangnya.

Petugas jaga Bendungan Karian beserta BBWS C3 akan terus memantau ketinggian air agar pasokan air bersih dan irigasi tetap terjaga, selama musim kemarau hingga hujan turun.

"Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang, BBWS C3 terus menjaga ketersediaan air pada tampungan yang dikelola," jelasnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya