Setelah Dua Hari Mencekam Usai Bentrokan Maut Menteng

Dua hari setelah bentrokan, pedagang kembali membuka lapak di Matraman Dalam. Aktivitas warga mulai pulih, sementara aparat keamanan masih berjaga di sejumlah titik.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 28 Juli 2026, 19:41 WIB
Suasana bentrok antarwarga yang menewaskan satu orang di Jalan Tambak, Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. (Liputan6/Dimas Ramadhan)

Liputan6.com, Jakarta - Suasana di kawasan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, mulai kembali normal setelah sempat mencekam akibat bentrokan antarkelompok masyarakat.

Pedagang kaki lima yang dua hari terakhir memilih menutup lapak atau mengurangi jam berdagang kini kembali berjualan seperti biasa.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, Selasa (28/7/2026), deretan pedagang gerobak kembali memenuhi sisi jalan. Mulai dari penjual batagor, es teh, gorengan, hingga aneka makanan lainnya terlihat melayani pembeli.

Kondisi serupa terlihat di Bazar Kuliner Bazis Matraman di depan Masjid Jami' Matraman. Aktivitas jual beli kembali berjalan dan kawasan yang sempat lengang mulai dipadati warga.

Suasana tersebut berbeda dibandingkan pada Minggu, 26 Juli 2026 saat bentrokan terjadi, dan sehari setelahnya. Ketika itu, sebagian besar warung makan memilih tutup, pedagang keliling tidak banyak terlihat, dan kawasan didominasi kendaraan aparat keamanan.

Meski aktivitas masyarakat mulai pulih, aparat kepolisian dan TNI masih berjaga di sejumlah titik. Beberapa kendaraan dinas juga masih terparkir untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Bagi para pedagang, ramainya kembali kawasan Matraman menjadi pertanda bahwa aktivitas perlahan kembali seperti semula.

"Alhamdulillah udah normal lagi. Ramai lagi," ujar seorang pedagang ketoprak di kawasan Bazar Kuliner Bazis Matraman yang enggan disebutkan namanya.

 

 

Sudah Kondusif tapi Masih Was-was

Suasana bentrok antarwarga yang menewaskan satu orang di Jalan Tambak, Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. (Liputan6/Dimas Ramadhan)

Ia mengaku tetap berjualan selama dua hari terakhir. Namun, karena situasi belum sepenuhnya kondusif, ia memilih menutup lapaknya lebih awal.

"Saya tetap dagang. Tapi biasanya kan dari jam 5 sore sampai malam, cuma kemarin jam 9 juga udah tutup," tuturnya.

Hal serupa dirasakan seorang pedagang jus di sekitar lokasi. Ia tetap membuka lapaknya saat bentrokan terjadi, tetapi jumlah pembeli menurun drastis.

"Saya dagangnya dari siang, pas Minggu itu udah selesai kan jadi tetap dagang. Udah dijagain polisi juga. Malamnya juga saya tutup jam 9 malam, pas ramai-ramai itu kan malam banget," katanya.

Menurutnya, kondisi mulai berubah pada Selasa. Pembeli perlahan kembali berdatangan.

"Ya jadi sepi kan. Enggak seperti biasanya. Tapi sekarang alhamdulillah udah lumayan ramai lagi," ujarnya.

Kedua Kelompok Sepakat Berdamai

Suasana yang mulai kondusif tak lepas dari kesepakatan damai antara kedua kelompok yang sebelumnya terlibat bentrokan di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam.

Perdamaian tercapai setelah keluarga korban meninggal dunia dan perwakilan warga bertemu dengan aparat kepolisian. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat menjaga situasi tetap kondusif dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada polisi.

Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Ica Risanggeni, mengatakan warga telah berkomitmen menjaga keamanan lingkungan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

"Kami sudah dipertemukan oleh Bapak Kapolda maupun aparat setempat dengan perwakilan keluarga korban. Kami juga mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kita,” kata Ica di Polda Metro Jaya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak takut kembali beraktivitas.

"Saya berharap semua warga di sekitar Matraman dapat menjaga kondusivitas. Tidak usah takut bagi warga yang ingin berdagang, silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berdamai dengan perwakilan keluarga korban," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya