Bahlil Lapor Prabowo, Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan pasokan BBM dan LPG di atas standar minimum nasional.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 28 Juli 2026, 19:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai pelantikan pejabat Kementerian ESDM di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Indonesia. Meskipun gejolak geopolitik global terus mempengaruhi harga minyak mentah dunia.

Bahlil melaporkan, perkembangan geopolitik global tersebut ke Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan, fluktuasi harga minyak dunia tak mengganggu harga BBM subsidi di Tanah Air.

"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Dia menjelaskan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pemerintah. "Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai," katanya usai bertemu Prabowo.

Bahlil menegaskan, meski ada fluktuasi harga minyak dunia, pasokan BBM dan LPG nasional dalam kondisi yang cukup menghadapi kebutuhan konsumsi nasional.

"Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude InsyaAllah di atas standar minimum nasional termasuk kondisi LPG. Namun, harganya masih naik turun-naik turun, di harga global juga demikian," beber dia.

Bahlil Lapor Listrik Desa ke Prabowo

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia melaporkan melaporkan pembangunan listrik desa ke Presiden Prabowo Subianto. Ada 1.400 titik yang disebutnya siap diresmikan.

Dia mengatakan, saat ini masih ada sekitar 11 ribu desa yang belum dialiri listrik. Namun, sudah ada 1.400 desa yang sudah tersambung listrik.

"Kami akan melaporkan karena sudah ada sekitar dari 11.000 desa yang belum ada listrik, sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan. Jadi saya akan laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa pekan ini.

 

 

11.000 Desa Belum Ada Listrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Lizsa Egeham)

 

Dia mengatakan, listrik desa bukan satu-satunya yang dibahas bersama Kepala Negara. Ada pula bahasan mengenai penataan tambang di Tanah Air.

Pabrik CATL Siap Produksi

Bahlil juga melaporkan pabrik ekosistem mobil listrik yang dibangun Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) sudah bisa melakukan produksi.

"Hari ini saya rapat sama Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait dengan listrik desa, kemudian terkait dengan penataan tambang," ucapnya.

"Yang terakhir itu adalah persiapan peresmian pabrik CATL untuk ekosistem baterai mobil yang dilakukan groundbreaking pada tahun 2025. Sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi. Ini bagian daripada implementasi hilirisasi daripada nikel," imbuh Bahlil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya