Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bali Wayan Koster merespons peristiwa pencuri ayam berinisal KD yang tewas dikeroyok massa di Kabupaten Tabanan. Terkait persoalan ekonomi, Wayan Koster menuturkan akan memberdayakan masyarakat kurang mampu terutama di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, agar peristiwa tersebut tidak terulang.
"Tidak hanya Sidetapa. Ada sejumlah desa, kalau soal ekonomi, tidak hanya Sidetapa, semuanya," kata Wayan Koster usai rapat koordinasi Forkompinda Bali, Selasa (28/7/2026).
Advertisement
Dia juga menyatakan bahwa Pemprov Bali dan Pemda Buleleng sudah melakukan upaya untuk membantu keluarga korban KD.
"Iya tentu di sini Pemprov bersama pemerintah kabupaten, itu harus melakukan upaya bersama-sama. Kalau kaitannya dengan bantuan-bantuan, ini sudah ditangani," lanjut Koster.
Dia memerintahkan setiap warga desa untuk menjaga situasi di desa masing-masing. Kendati melakukan pencegahan terjadinya kriminalitas, tetapi tidak perlu terlalu reaktif dan harus menjaga nilai kemanusiaan.
"Iya semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif menurut saya, bahwa itu melakukan tindakan pencurian, iya. Tapi tentu saja kemanusiaan itu harus dijaga lebih dulu," ucapnya.
Dia menjelaskan, saat ini sudah ada lima tersangka yang telah diproses oleh Polda Bali. "Yang lima orang sudah diproses oleh kepolisian," lanjutnya.
Dia menegaskan kepada warga untuk tidak main hakim sendiri. Dia akan memanggil perangkat desa untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.
"Jangan sampai melakukan tindakan seperti itu. Nah ini, saya akan berbicara dengan kepala desa dan bendesa adatnya, untuk memberi pemahaman kepada warganya, untuk tidak lagi melakukan tindakan seperti itu," lanjutnya.
Sementara di tempat yang sama, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, terkait kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
"Sekarang masih dalam penanganan polisi. Sudah lima orang diamankan untuk proses lebih lanjut. Itu bisa berkembang, intinya kita mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk membuktikan bahwa terjadi perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan mati, itu saja," ujarnya.
Sebelumnya, polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan KD. Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML dan ND. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026). KD dihakimi massa hingga tewas usai tepergok mencuri ayam aduan.