SMRC Petakan Respons Publik Terkait Program MBG, Apa Hasilnya?

Survei terbaru SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis terus menurun dalam sembilan bulan terakhir.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 28 Juli 2026, 15:30 WIB
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, menggelar kick off program makan bergizi gratis (MBG) di Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya dan pegunungan Papua Tengah (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas masyarakat tidak puas terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 61,6 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap program tersebut.

Temuan itu merupakan hasil survei bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan tingkat pengetahuan (awareness) masyarakat terhadap program MBG sudah mencapai 95,4 persen. Hanya 4,6 persen responden yang mengaku belum mengetahui program tersebut.

Dari responden yang mengetahui program MBG, sebanyak 6,2 persen mengaku sangat puas, 27,6 persen cukup puas, 31 persen kurang puas, dan 30,6 persen tidak puas sama sekali. Sementara itu, 4,6 persen responden tidak menjawab atau tidak mengetahui.

"Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program MBG, sementara yang merasa sangat atau cukup puas lebih rendah 33,8 persen," jelas Deni dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

 

Kepuasan MBG Alami Penurunan

Aktivitas para pegawai mebuat makan bergizi gratis (MBG) di salah satu SPPG. (Sumber: Doc. Biro Hukum dan Humas BGN)

Menurut Deni, tingkat kepuasan publik terhadap pelaksanaan program MBG terus mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir.

Pada November 2025, tingkat kepuasan terhadap program tersebut masih mencapai 62,5 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 53,1 persen pada survei Februari-Maret 2026 dan kembali merosot menjadi 33,8 persen pada Juli 2026.

"Sementara yang menyatakan kurang atau tidak puas pada pelaksanaan program tersebut melonjak dari 33,9 persen di November 2025 menjadi 44,6 persen pada survei Februari-Maret 2026 dan 61,6 persen pada survei Juli 2026," bebernya.

Deni menilai meningkatnya sikap negatif masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG menjadi salah satu faktor yang menjelaskan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Survei SMRC dilakukan terhadap 749 responden yang dipilih secara acak. Survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dan dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya