Jadon Sancho, Episode Kelam Manchester United Mengubah Caranya Memandang Sepak Bola

Jadon Sancho masih mencari klub baru setelah meninggalkan Manchester United. Troy Deeney menilai karier sang winger berubah drastis di Old Trafford.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Juli 2026, 22:12 WIB
Jadon Sancho - Pemain berusia 21 tahun itu belum juga menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga saat ini di Manchester United. Meski begitu mantan bintang Bundesliga ini tetap menerima gaji sebesar 350 ribu pound sterling atau senilai Rp6,8 miliar per pekan. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Kontrak Jadon Sancho bersama Manchester United berakhir pada Juni lalu. Winger asal Inggris itu kini masih mempertimbangkan berbagai pilihan untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya.

Jadon Sancho sempat dikaitkan dengan klub Qatar, Al Rayyan, yang telah mengajukan pendekatan awal sekitar tiga pekan lalu. Namun, komunikasi tidak berkembang lebih jauh sehingga peluang transfer tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.

Di tengah ketidakpastian itu, mantan penyerang Watford, Troy Deeney, menilai perjalanan Jadon Sancho di Manchester United telah meninggalkan dampak besar. Menurutnya, periode tersebut berpotensi mengubah cara sang pemain memandang sepak bola.


Karier Jadon Sancho Berubah di Old Trafford

Sempat kesulitan tampil maksimal di lini serang MU, Jadon Sancho mulai nyetel saat kehadiran Ralf Rangnick. Sejak bergabung pada musim panas tahun 2021, ia diketahui telah mencetak lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan untuk Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Jadon Sancho bergabung dengan Manchester United dari Borussia Dortmund pada 2021 dengan nilai transfer £73 juta (sekitar Rp 1,75 triliun). Nilai transfer besar itu tidak diiringi performa yang memenuhi ekspektasi selama berada di Old Trafford.

Selama membela Manchester United, Sancho tampil dalam 83 pertandingan dengan catatan 12 gol dan enam assist. Hubungannya dengan Erik ten Hag juga memburuk hingga ia sempat berlatih bersama tim U-21 pada awal musim 2023/2024.

Sancho kemudian menjalani masa peminjaman bersama Borussia Dortmund, Chelsea, dan Aston Villa. Meski sempat meraih gelar Conference League bersama Chelsea serta Liga Europa bersama Aston Villa, tidak ada klub yang mengambil opsi transfer permanen.


Troy Deeney Nilai Sancho Bisa Menyesal

Pemain Manchester United, Jadon Sancho, saat melawan Nottingham Forest pada leg kedua babak semifinal Carabao Cup, Jumat (2/2/2023). Sancho tidak ambil bagian pada sesi training camp United di Spanyol. Dia berlatih secara personal di Belanda atas saran Erik ten Hag. (AFP/Paul Ellis)

Deeney mempertanyakan apakah Sancho akan menerima keputusan-keputusan yang telah diambil sepanjang kariernya. Ia menilai pemain berbakat seperti Sancho memiliki peluang besar yang belum dimaksimalkan.

"Saya bertanya-tanya apakah Jadon bisa menerima pilihan-pilihan hidupnya dalam jangka panjang," ujar Deeney. "Ketika Anda memiliki bakat, kepindahan, dan kesempatan sebesar yang ia miliki, tentu ada potensi penyesalan."

Deeney juga menilai pengalaman di Manchester United memengaruhi semangat bermain Sancho. "Saya merasa masa di Manchester United mungkin telah mengurangi kecintaannya terhadap sepak bola."


Eropa atau Timur Tengah Jadi Pilihan Berikutnya

Pemain Manchester United Jadon Sancho berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Arsenal dalam pertandingan pramusim di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (23/7/2023). (Leonardo Munoz / AFP)

Laporan terbaru mengindikasikan Sancho kini membuka peluang bermain di Eropa maupun Timur Tengah. Al Rayyan belum melanjutkan pembicaraan setelah pendekatan awal sehingga masa depannya masih terbuka.

Deeney menduga prioritas Sancho kini mulai bergeser setelah melalui episode kelam di Manchester United. Ia menilai kepindahan ke Timur Tengah bisa menjadi kesempatan memperoleh kontrak bernilai tinggi sekaligus membuka lembaran baru dalam kariernya.

Catatan Sancho bersama Aston Villa musim lalu juga belum cukup meyakinkan karena hanya mencetak satu gol dan tiga assist dalam 39 pertandingan. Mantan bintang Borussia Dortmund itu kini membutuhkan keputusan yang tepat agar mampu menghidupkan kembali karier yang pernah membuatnya masuk jajaran talenta muda terbaik di Eropa.

Sumber: talkSPORT

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya