Liputan6.com, Jakarta - Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Timur menjadi tiga kantong terbesar penduduk Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir. Ketiga provinsi tersebut menyumbang lebih dari separuh penduduk yang pernah bekerja di luar negeri pada periode tersebut.
Temuan itu tercantum dalam publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Analisis Mobilitas Tenaga Kerja Hasil Sakernas 2025. Dikutip Senin (27/7/2026), data yang digunakan merujuk pada penduduk berusia 15 tahun ke atas yang pernah bekerja di luar negeri serta melakukan keberangkatan dan kepulangan dalam lima tahun terakhir.
Advertisement
BPS mencatat Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 71,9 ribu orang. Posisi berikutnya ditempati NTB sebanyak 60,5 ribu orang dan Jawa Timur 47,7 ribu orang.
Jika digabungkan, tiga provinsi tersebut menyumbang sekitar 57,2% dari total 315 ribu penduduk yang pernah bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan mobilitas tenaga kerja internasional masih terkonsentrasi di sejumlah daerah tertentu.
BPS menjelaskan migrasi internasional dapat menjadi pilihan bagi masyarakat ketika menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan dan kenaikan biaya hidup di daerah asal. Faktor ekonomi menjadi salah satu pendorong utama seseorang mencari pekerjaan di negara lain dengan harapan memperoleh pendapatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Malaysia Jadi Tujuan Utama
Malaysia menjadi negara tujuan terbesar bagi penduduk Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir. Dari total 315 ribu orang, sebanyak 159,4 ribu orang atau 50,6% pernah bekerja di Malaysia.
Arab Saudi berada di posisi kedua dengan 48,6 ribu orang atau 15,4%, disusul Taiwan sebanyak 25,1 ribu orang atau 8%. Berikutnya Singapura sebanyak 16,2 ribu orang atau 5,1% dan Jepang 10,6 ribu orang atau 3,4%.
Pola negara tujuan juga berbeda menurut daerah asal. Dari NTB, sebanyak 39,6 ribu orang tercatat pernah bekerja di Malaysia, sementara dari Jawa Timur mencapai 28,6 ribu orang. Adapun arus pekerja menuju Arab Saudi terutama berasal dari Jawa Barat dan NTB.
Data lebih rinci menunjukkan 28,6 ribu penduduk Jawa Barat dalam kelompok tersebut pernah bekerja di Arab Saudi. Sementara di NTB, 39,6 ribu orang tercatat pernah bekerja di Malaysia dan 11 ribu orang di Arab Saudi. Untuk Jawa Timur, sebanyak 28,6 ribu orang tercatat pernah bekerja di Malaysia.
Secara keseluruhan, BPS menilai pengalaman bekerja di luar negeri masih berkaitan erat dengan wilayah yang memiliki akses, jaringan, atau tradisi mobilitas tenaga kerja internasional. Hal itu membuat sebarannya tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada daerah yang memiliki hubungan kuat dengan pasar kerja luar negeri.