Tak Terima Diputusin, Pria Aniaya Mantan Pacar di Mal Depok

Korban mengaku tindakan penganiayaan tersebut bukan kali pertama dialaminya.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 27 Juli 2026, 18:08 WIB
Ilustrasi Penganiayaan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang perempuan berinisial N (21) diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan mantan pacarnya di pusat perbelanjaan wilayah Depok. Aksi kekerasan itu diduga dipicu karena pelaku tidak terima diputuskan setelah keduanya menjalin hubungan selama tiga tahun.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Depok dengan nomor laporan LP/B/1627/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA.

"Karena enggak terima diputus, dia melakukan kekerasan dengan menarik tangan saya," ujar korban, Senin (27/7/2026).

Korban menuturkan pelaku mendatanginya di tempat kerja yang berada di sebuah pusat perbelanjaan di Depok. Di lokasi itu, pelaku diduga menarik kerudung korban, memukul, dan menendang hingga mengenai telinga.

"Dia sempat menarik kerudung, memukul, dan menendang telinga," katanya.

Korban mengaku tindakan kekerasan tersebut bukan kali pertama dialaminya. Selama berpacaran, ia kerap menjadi korban kekerasan dan ancaman sehingga hidup dalam ketakutan.

"Sempat mengancam. Itu yang membuat aku merasa takut," ungkapnya.

Merasa tidak sanggup lagi bertahan dengan perlakuan pelaku, korban akhirnya memutuskan mengakhiri hubungan. Namun, penganiayaan masih terjadi sehingga ia memilih menempuh jalur hukum.

"Sudah saya laporkan ke Polres Metro Depok," ucap korban.

 

Jalinan Asmaranya Kandas Pria di Depok Aniaya Pacarnya di Pusat Perbelanjaan

Pelaku Ditangkap

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di pusat perbelanjaan di wilayah Depok. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku.

"Penganiayaan terhadap perempuan, terduga pelaku sudah berhasil kami amankan," kata Oka.

Saat ini, penyidik masih memeriksa pelaku untuk mendalami kasus tersebut, termasuk motif di balik aksi penganiayaan.

"Masih kami minta keterangan. Untuk motifnya berkaitan dengan masalah asmara," pungkas Oka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya