Zelenskyy Ungkap Rusia Bersiap Terima 30.000 Tentara Tambahan dari Korea Utara

Kerja sama militer Rusia dan Korea Utara semakin erat sejak kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan pada 2024.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 27 Juli 2026, 17:09 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama wawancara dengan FOX News Channel di Washington, Jumat (28/2/2025). (Dok.  AP/Jose Luis Magana)

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia berupaya mendapatkan tambahan 30.000 tentara dan peluncur rudal dari Korea Utara untuk digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Menurut Zelenskyy seperti dilaporkan CNA, Rusia telah menyiapkan wilayah Voronezh, yang berada dekat perbatasan Ukraina, untuk menerima pasukan tambahan tersebut. Persiapan itu disebut telah berlangsung sejak Juni.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy melalui media sosial pada Sabtu (25/7) malam.

Korea Utara sebelumnya telah mengirim ribuan tentara untuk membantu Rusia memukul mundur serangan balasan Ukraina di wilayah Kursk pada 2024. Pyongyang juga memasok persenjataan untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022.

Menurut perkiraan Korea Selatan, sekitar 2.000 tentara Korea Utara telah tewas dalam perang tersebut.

"Rusia ingin mendapatkan tambahan 30.000 tentara dari Korea Utara. Sejak Juni, persiapan untuk menerima mereka telah dilakukan di wilayah Voronezh, Rusia," tulis Zelenskyy melalui platform X.

"Korea Utara juga tengah bersiap mengirimkan peluncur tambahan untuk rudal balistik kepada Rusia. Ini bukan hanya ancaman bagi Ukraina. Rusia membantu Korea Utara mempelajari cara berperang, menyempurnakan persenjataannya, dan memperoleh pengalaman tempur nyata dalam menggunakan persenjataan tersebut," lanjutnya.

"Semua ini menjadi ancaman bagi siapa pun di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara."

Rusia dan Korea Utara menandatangani perjanjian bantuan militer pada 2024. Pyongyang kembali menegaskan dukungannya terhadap perang Rusia di Ukraina saat Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui berkunjung ke Moskow pekan ini.

Setelah pertemuan tersebut, kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Pyongyang menyatakan dukungan yang tidak berubah terhadap seluruh kebijakan dalam dan luar negeri Federasi Rusia untuk menghilangkan akar penyebab perselisihan Ukraina serta mempertahankan kedaulatan nasional, keutuhan wilayah, dan keadilan internasional.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Korea Utara dalam sebuah video yang dirilis menjelang kunjungan Choe.

Sebagai imbalan atas bantuan militernya, Korea Utara dilaporkan menerima dana tunai, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi untuk membantu negara tersebut mengatasi dampak sanksi internasional terkait program nuklirnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya