Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Senin, (27/7/2026). Harga perak Antam hari ini naik ikuti harga emas Antam dan perak dunia yang melesat.
Mengutip laman logam mulia.com, harga perak Antam naik Rp 850 menjadi Rp 39.900. Sementara itu, harga perak Antam sebelumnya di Rp 39.050.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 10.500.000, harga perak batangan 500 gram dibanderol Rp 20.075.000 per gram.
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics, harga perak dunia menguat 2,22% menjadi US$ 59,26.
Harga perak menguat lebih dari 2% mendekati US$ 60 per ons pada Senin pekan ini. Harga perak menjauh dari level terendah dalam delapan bulan karena harga minyak turun tajam. Hal ini setelah jeda konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran selama akhir pekan, mengurangi kekhawatiran tentang gangguan pasokan dan inflasi.
Di sisi lain, AS menangguhkan serangannya terhadap Iran yang berlangsung hampir dua minggu mulai Jumat malam tanpa pengumuman resmi. Sementara itu, Teheran mengatakan telah mengakhiri serangan balasannya, dan mengadakan diskusi dengan Oman mengenai Selat Hormuz.
Logam mulia mengalami kesulitan dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah, dengan gangguan pasokan menyebar dari Selat Hormuz ke Laut Merah.
Sementara itu, the Federal Reserve diprediksi mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini sebelum menaikkan pada September. Namun, sejumlah pelaku pasar percaya bank sentral dapat bergerak cepat sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang kembali meningkat.
Harga Emas Dunia
Sementara itu, harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Senin, (27/7/2026). Kenaikan harga emas dunia didorong konflik di Timur Tengah mereda sehingga menekan harga minyak. Hal itu meredakan sejumlah kekhawatiran inflasi. Sementara itu, investor menanti keputusan kebijakan the Federal Reserve (the Fed).
Harga emas spot naik 1,4% menjadi US$ 4.110,56 per ons pada pukul 02.00 GMT. Kontrak berjangka emas AS mendaki 1% menjadi US$ 4.112,10.
"Emas jelas diuntungkan hari ini dari aksi harga ganda pada minyak dan dolar AS, yang keduanya telah turun karena harapan de-eskalasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.
Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,3% membuat logam yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi mata uang lainnya.
Iran akan menghentikan serangannya sendiri selama Amerika Serikat melakukan hal yang sama, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Minggu. Perkembangan ini terjadi ketika Amerika Serikat menghentikan sementara kampanye pengebomannya setelah para penasihat Presiden Donald Trump mengatakan kepadanya kehabisan target dan menyatakan kekhawatiran tentang menipisnya persenjataan AS.
Harga Minyak Melemah
Harga minyak turun lebih dari 4% pada hari itu. Sejak konflik dimulai awal tahun ini, harga minyak telah naik, mendorong kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral. Hal ini telah membebani emas, yang, meskipun secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai inflasi, menjadi kurang menarik karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam yang tidak menghasilkan imbal hasil tersebut.
"Dalam jangka panjang, saya tetap optimis terhadap emas. Nasib emas dalam waktu dekat sangat terkait dengan arah harga minyak dari sini dan jalur kenaikannya kemungkinan akan tetap bergejolak dan sangat dipengaruhi oleh berita utama geopolitik sampai perdamaian yang lebih langgeng terwujud,” Waterer menambahkan.
Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini, di mana investor dan ekonom secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah. Para pedagang memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan suku bunga pada September, menurut CME FedWatch Tool.