Gubernur BI Mundur, Analis: Transisi Kepemimpinan Jaga Kepercayaan Pasar

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menanggapi dampak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang mundur.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 27 Juli 2026, 11:04 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia dinilai menjaga kesinambungan kebijakan moneter di tengah pengunduran diri Perry Warjiyo. Analis pasar modal Hendra Wardana menilai langkah tersebut dapat mempertahankan kepercayaan investor sehingga dampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan hanya bersifat sementara.

Hendra menjelaskan pasar memang cenderung mencermati setiap pergantian kepemimpinan bank sentral. Namun, keberadaan Destry sebagai bagian dari perumus kebijakan Bank Indonesia selama beberapa tahun terakhir memberikan keyakinan bahwa arah kebijakan moneter tidak akan berubah secara signifikan.

“Penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia memberikan sinyal bahwa kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga,” kata Hendra kepada Liputan6.com, Senin (27/7/2026).

Menurut Hendra, optimisme tersebut tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp 17.953 per US$ atau melemah sekitar 0,23%. Kondisi itu menunjukkan pelaku pasar belum memberikan respons berlebihan terhadap proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia.

Selain itu, Hendra menilai penurunan harga minyak mentah Brent sekitar 4,5% ke kisaran US$87 per barel menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Penurunan tersebut berpotensi meredakan tekanan inflasi global, mengurangi risiko kenaikan suku bunga, serta menekan biaya energi.

Bagi Indonesia, lanjut Hendra, pelemahan harga minyak berpotensi mendukung stabilitas inflasi domestik, memperbaiki neraca perdagangan, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Faktor tersebut diperkirakan dapat membantu membatasi tekanan pada pasar saham.

 

 

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Hendra memperkirakan IHSG bergerak dalam fase konsolidasi dengan level support di 6.060 dan resistance di 6.300. Selama indeks bertahan di atas level support, koreksi yang terjadi dinilai masih wajar dan berpotensi mereda seiring pulihnya kepercayaan investor.

“Selama proses transisi berlangsung dengan baik dan arah kebijakan moneter tidak berubah secara signifikan, dampak terhadap pasar diperkirakan hanya bersifat sementara,” ujar Hendra.

Hendra menambahkan investor akan lebih menaruh perhatian pada konsistensi, kredibilitas, dan independensi Bank Indonesia dibandingkan pergantian sosok pemimpinnya. Menurut dia, apabila kesinambungan kebijakan tetap terjaga, stabilitas rupiah, pasar obligasi, dan IHSG berpeluang tetap terpelihara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya