Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (27/7/2026). IHSG hari ini akan bergerak di area koreksi di 6.074-6.146. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG anjlok 1,8% menjadi 6.196, dan masih didominasi tekanan jual, pergerakan IHSG pun sudah berada di bawah moving average (MA) 60 harian pada Jumat, 24 Juli 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave © dari wave [iv]. Ia mengatakan, mencermati area IHSG di 6.074-6.146 sebagai area koreksinya.
“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.198-6.222,” ujar Herditya.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.111,6.007 dan level resistance 6.599,6.705 pada perdagangan saham Senin pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 6.110-6.380.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Buy on Weakness
Saham BIPI terkoreksi 7,32% ke 152 dan masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang mengecil. “Saat ini, posisi BIPI diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (A),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 134-150
Target Price: 175, 200
Stoploss: below 129
Rekomendasi Teknikal Lainnya
2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness
Saham BKSL terkoreksi 4,17% ke 69 dan disertai dengan munculnya volume penjualan. “Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” tutur dia.
Buy on Weakness: 63-68
Target Price: 75, 82
Stoploss: below 60
3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 6,36% ke 442 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya pun kembali berada di bawah MA200. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 392-414
Target Price: 510, 550
Stoploss: below 330
4.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness
Saham RAJA terkoreksi 4,40% ke 870 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volume cenderung turun. “Kami memperkirakan, posisi RAJA sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],” ujar dia.
Buy on Weakness: 750-870
Target Price: 980, 1,090
Stoploss: below 675
Penutupan IHSG 26 Juli 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (24/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi seiring seluruh sektor saham tertekan dan nilai transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,88% menjadi 6.196,43. Indeks saham LQ45 merosot 1,97% menjadi 614,78. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.268,53 dan level terendah 6.159,14. Sebanyak 587 saham melemah sehingga bebani IHSG. 104 saham menguat dan 105 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.256.725 kali dengan volume perdagangan saham 37,9 miliar saham. Transaksi harian saham tidak terlalu seiring transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun. Jelang akhir pekan, nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.953.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal merosot 3,04%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,82%, sektor saham basic melemah 3,02%, sektor saham industri tergelincir 1,47%.
Sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,45%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,26%, sektor saham keuangan melemah 2%, sektor saham properti melemah 1,16%. Lalu sektor saham teknologi terpangkas 1,41%, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,63%, dan sektor saham transportasi merosot 2,7%