Liputan6.com, Jakarta - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebut Karawang kini menjadi tujuan aktivitas gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen dari berbagai daerah karena dinilai menawarkan penghasilan yang lebih besar.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang Marwati mengatakan, selain merupakan kawasan industri, Karawang juga menjadi daerah perlintasan. Kondisi itu membuat banyak orang dari luar daerah memilih beraktivitas di wilayah Karawang.
Advertisement
Sebelumnya, Dinsos bersama Satpol PP Karawang menggelar razia terhadap gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen. Sebanyak 52 orang terjaring dalam operasi tersebut.
Hasil pendataan menunjukkan hanya 34 orang yang merupakan warga Karawang. Sementara 18 lainnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, Lampung, dan Jawa Timur.
"Dari 52 orang yang terjaring dalam razia pada Kamis malam (23/7), hanya 34 orang yang tercatat sebagai warga Karawang. Sisanya 18 orang adalah pendatang dari berbagai daerah," kata Marwati di Karawang, Sabtu (25/7).
Menurut Marwati, para pendatang tersebut umumnya berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari penghasilan yang lebih besar.
Penghasilan jadi Pengemis
Gelandangan, pengemis, dan pengamen mengaku bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 70.000-Rp 150.000 per hari saat beraktivitas di Karawang. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan di daerah asal mereka.
Sementara itu, para pemulung mengaku dapat menjual barang rongsokan seharga Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan di daerah lain.
"Ada penghasilan yang lebih menjanjikan di Karawang. Karena itu, mereka memilih beraktivitas di wilayah Karawang," ujarnya.
Kepala Dinsos Karawang Agus Kurnia mengatakan penanganan gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen tidak cukup dilakukan melalui penertiban.
Menurut dia, penanganan juga harus disertai rehabilitasi sosial, pemberdayaan, dan pemulihan fungsi sosial agar mereka dapat kembali hidup secara mandiri.
Ia pun mengimbau masyarakat melapor jika menemukan gelandangan, pengemis, pemulung, atau pengamen yang membutuhkan penanganan.