Sebelum Bonceng Anak Naik Motor, Perhatikan 3 Aturan Keselamatan Ini

Sepeda motor menjadi mobilitas yang paling cepat apalagi untuk mengantar anak ke sekolah. Tetapi keselamatan anak saat berkendara menjadi hal yang penting.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 26 Juli 2026, 09:00 WIB
ilustrasi seorang ibu sedang membonceng anaknya berpergian. (wahanahonda.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sepeda motor menjadi moda transportasi yang paling cepat termasuk buat orangtua mengantar anak. Tetapi keselamatan anak saat berkendara menggunakan sepeda motor menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Masih banyak orangtua yang membonceng anak tanpa memperhatikan duduk, perlengkapan keselamatan, hingga kondisi fisik anak sebelum bepergian. Padahal, risiko cedera dapat diminimalkan apabila ayah atau ibu menerapkan kebiasaan berkendara yang aman.

Oleh karena itu, pengendara perlu memastikan si Kecil telah memenuhi syarat untuk menjadi penumpang sepeda motor. Melansir dari laman Honda, Minggu (26/7/2026) berikut tiga aturan penting yang perlu diperhatikan saat membonceng anak menggunakan sepeda motor.

1. Pastikan Anak Cukup Usia dan Bisa Duduk dengan Benar

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan anak sudah cukup besar untuk dibonceng. Jangan memaksakan anak yang masih terlalu kecil untuk menaiki sepeda motor karena dapat membahayakan keselamatannya.

Idealnya, anak sudah mampu duduk tegak dengan stabil, kedua kakinya dapat menapak sempurna di pijakan kaki, serta mampu berpegangan dengan baik kepada pengendara atau hand grip selama perjalanan.

Selain itu, pastikan anak mengenakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai agar perlindungan kepala dapat bekerja secara optimal apabila terjadi benturan.

2. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Lengkap

Selain helm, anak juga perlu menggunakan perlengkapan berkendara yang memadai. Mulai dari jaket, celana panjang, hingga sepatu yang menutupi seluruh kaki.

Perlengkapan tersebut berfungsi melindungi tubuh dari paparan panas, debu, hujan, maupun risiko cedera ringan saat terjadi kejadian di jalan. Selain itu, hindari membonceng anak hanya dengan sandal atau pakaian yang terlalu terbuka.

Tak kalah penting, orang tua juga harus menggunakan perlengkapan keselamatan yang sama agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak.

3. Berkendara dengan Santai dan Tidak Agresif

Saat membawa anak, pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menghindari manuver mendadak seperti pengereman keras atau menyimpang jalur secara tiba-tiba.

Jaga jarak aman dengan kendaraan lain serta fokus terhadap kondisi lalu lintas di depan. Gaya berkendara yang santai akan membuat anak merasa lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko kehilangan keseimbangan selama perjalanan.

Sebelum berangkat, pastikan pula kondisi sepeda motor dalam keadaan prima, mulai dari rem, ban, lampu, hingga tekanan angin ban. Pemeriksaan sederhana ini penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

Dengan penerapan tiga aturan tersebut, perjalanan bersama si kecil tidak hanya menjadi lebih nyaman, tetapi juga lebih aman. Keselamatan anak saat berkendara merupakan tanggung jawab orangtua, sehingga setiap perjalanan harus diawali dengan persiapan yang matang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya