Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan dan pemadaman listrik bisa membuat perangkat elektronik yang tercolok stopkontak rentan rusak. Pemadaman mendadak bisa sangat membebani komponen internal perangkat dan lonjakan listrik berisiko kerusakan permanen.
Perlu dilakukan langkah-langkah bijak untuk melindungi perangkat elektronik. Mulai dari yang sederhana seperti mencabut kabel saat ada badai hingga penggunaan penyedia daya tanpa putus (Uninterruptible Power Supply/UPS).
Advertisement
Dilansir BGR, Minggu (26/7/2026), hal serupa berlaku bagi perangkat seperti smart TV atau router, peralatan dapur juga bahkan dapat mengalami kerusakan fisik. Sehingga, lebih baik mencegah hal ini terjadi dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Matikan Daya dan Cabut Kabel Sebelum Badai
Dimulai dari langkah paling sederhana, seperti ketika sudah melihat ada hujan beserta petir, bisa langsung mencabut perangkat elektronik sebelum sambaran petir terjadi.
Matikan PC dan cabut kabel dari stopkontak dinding. Untuk perangkat lebih sederhana seperti TV atau jam alarm, cukup cabut kabelnya saja. Demi keamanan, setelah semuanya tercabut, jauhkan dari stopkontak.
Dengan ini, perangkat elektronik tidak akan rusak akibat pemadaman atau lonjakan listrik.
2. Cadangkan Data
Mencadangkan file-file penting merupakan langkah bijak terutama bagi PC atau perangkat penyimpan data lainnya, seperti konsol game. Pemadaman listrik mendadak bisa menyebabkan hilangnya progres pekerjaan atau permainan.
Skenario terburuknya, bahkan dapat menghapusnya sama sekali. Untuk menghindarinya, jika ada potensi badai mulai terlihat, kelalaian dalam mencadangkan file menjadi kesalahan fatal karena seluruh data bisa hilang.
Jika kamu memiliki akses, pastikan data penting aman tersimpan pada layanan data berbasis cloud seperti sinkronisasi otomatis file penyimpanan game di konsol atau Google Drive untuk PC.
Selain itu, jika kamu memiliki penyimpanan versi fisiknya seperti flash drive atau SSD eksternal, file-file penting juga bisa disalin di sana. Terlebih saat cuaca ekstrem, layanan internet seringkali terputus, sehingga penyimpanan fisik sangat disarankan.
3. Colok ke Pelindung Lonjakan Arus
Jika tidak dapat mencabut perangkat dari sumber listrik, langkah terbaik adalah dengan melindunginya menggunakan perangkat keras pelindung lonjakan listrik (surge protector), yaitu stopkontak majemuk dengan teknologi khusus untuk menangkal lonjakan daya.
Meskipun stopkontak majemuk dan surge protector memiliki fungsi yang sama, surge protector memiliki komponen pengaman ekstra untuk menangkap dan mengalihkan kelebihan arus listrik agar tidak mengalir ke perangkat yang terhubung, sehingga melindunginya dari dampak terburuk akibat lonjakan daya mendadak maupun pemadaman listrik.
Pelindung lonjakan listrik mudah ditemukan pada toko elektronik. Pastikan ketika membeli tidak tertukar dengan kabel ekstensi biasa. Hal ini biasanya ditandai dengan adanya lampu indikator status perlindungan atau tombol reset yang khas.
4. Beralih ke UPS
Surge protector melindungi perangkat dari dampak buruk tapi alat ini tidak menjaga perangkat tetap menyala. Masih ada kemungkinan data dan file yang belum disimpan akan hilang juga tidak baik bagi komponen internal perangkat.
Solusi dari masalah ini adalah menggunakan penyedia daya tanpa putus (Uninterruptible Power Supply/UPS). Selain memiliki surge protection, UPS dilengkapi paket baterai yang mengisi daya ketika perangkat terhubung ke sumber listrik.
Saat terjadi pemadaman, UPS akan otomatis beralih dari sumber listrik utama ke daya baterainya sendiri. Durasi daya baterai bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam, cukup untuk menyimpan file dan mematikan perangkat dengan benar.
Terdapat model UPS yang lebih besar dan bisa kamu gunakan juga. Meskipun harganya lebih merogoh kocek dibandingkan surge protection, perangkat ini sangat berguna untuk melindungi perangkat penting.
5. Gunakan Beberapa Pelindung untuk Perangkat Utama
Umumnya, UPS memiliki kapasitas baterai terbatas dalam menopang beberapa perangkat sekaligus serta performa baterai akan menurun seiring waktu. Sehingga, menghubungkan beberapa perangkat penting ke satu unit UPS bukan langkah bijak.
Pertimbangkan untuk membeli beberapa unit UPS berbeda dan menghubungkan perangkat penting ke unit-unit tersebut secara terpisah. Hal ini bukan hanya meningkatkan kapasitas beban, tetapi juga memastikan ketika salah satu unit rusak atau baterainya habis, kamu tidak kehilangan akses ke seluruh perangkat secara bersamaan.
Berbagai model UPS memiliki tingkat harga dan kemampuan berbeda-beda. Kamu bisa membeli model lebih besar untuk PC dan model lebih kecil untuk perangkat yang tidak banyak mengonsumsi daya, seperti router.