Siswa Secata TNI AD Ditemukan Tewas Tergantung, Kodam Ungkap Hasil Investigasi

Awalnya, korban diketahui tidak mengikuti kegiatan rutin senam pagi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 25 Juli 2026, 08:35 WIB
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI AD, Genital Gavensi Gulo, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon area belakang Secata Rindam I/Bukit Barisan pada Senin (20/7/2026). 

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan, tim investigasi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

“Hasil autopsi menyatakan penyebab meninggalnya siswa atas nama Genital Gavensi Gulo adalah bunuh diri dan tidak ditemukan adanya tindakan maupun bekas kekerasan atau penganiayaan,” kata Sandy, Jumat (24/7/2026).

Sandy menjelaskan, korban diketahui tidak mengikuti kegiatan rutin senam pagi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Menyadari hal tersebut, satuan segera melakukan pengecekan dan pencarian di lingkungan Secata Rindam I/Bukit Barisan.

“Sekitar pukul 10.25 WIB pada hari yang sama, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area belakang Secata Rindam I/Bukit Barisan,” jelasnya.

Menurut Sandy, penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas personel Staf Intelijen, Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan, Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Hukum Kodam I/Bukit Barisan, Deninteldam, serta tim autopsi dari RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

 

 

Minta Publik Tak Berspekulasi

Ia mengatakan, hasil investigasi tidak menemukan adanya unsur kekerasan. Meski demikian, tim masih mendalami latar belakang maupun motivasi korban mengakhiri hidupnya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban karena hasil investigasi telah menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Meski demikian, tim investigasi masih mendalami latar belakang atau motivasi korban mengakhiri hidupnya,” ungkap Sandy.

Kodam I/Bukit Barisan juga menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan dan pengawasan peserta didik di lingkungan pendidikan TNI AD.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga mengajak seluruh pihak menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan,” pungkasnya.

Kodam I/Bukit Barisan menyatakan pihak keluarga telah menerima hasil penyelidikan dan memberikan persetujuan pelaksanaan autopsi. Jenazah almarhum kemudian diberangkatkan dari RSUD Dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar, menuju kampung halamannya di Desa Laloanna I, Kecamatan Maro'o, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada Selasa (21/7/2026).

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Reporter: Merdeka.com/Uga Andriansyah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya