Cekcok dengan Satpam, Sopir dan Penumpang Alphard Ternyata Polisi Polda Jabar

Ketiga orang yang cekcok dengan satpam sudah mengakui bahwa mereka polisi aktif.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 24 Juli 2026, 21:09 WIB
Kuasa hukum Fiktor, Wira Haref Ungkap Sopir dan Penumpang Alphard Ternyata Polisi Polda Jabar

Liputan6.com, Jakarta - Tiga orang yang berada di dalam mobil Toyota Alphard saat terlibat cekcok dengan satpam Fiktor Harefa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, ternyata merupakan anggota Polri. Hal itu diungkap kuasa hukum Fiktor, Wira Harefa.

"Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu kami anggota. Bahwa saat ini mereka anggota," kata Wira kepada wartawan, Jumat malam (24/7/2026).

Wira mengatakan, ketiganya yang merupakan pengemudi dan penumpang kemudian langsung dijemput untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka juga disebut berada dalam penjagaan selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Makanya hari ini juga mereka langsung dijemput dan hari ini dijaga di atas. Ada yang memeriksa," ujarnya.

Selain mengungkap status ketiga orang tersebut, Wira juga menyampaikan dugaan tindakan yang membuat Fiktor merasa tertekan saat berada di pos polisi (pospol). Menurut dia, ketiga polisi dalam Alphard mengakui adanya tindakan arogansi, salah satunya meminta Fiktor melakukan push up.

Padahal, kata Wira, kondisi Fiktor saat itu sedang tidak prima karena tangannya masih dalam masa pengobatan dan belum makan sejak pagi.

"Contohnya menyuruh push up tapi karena yang bersangkutan sedang pada saat itu beberapa hari sebelum ya dia tangannya memang lagi di ada pengobatan lah karena ada sedikit masalah diobatin lalu dia juga dari pagi memang tidak makan. Tidak makan sampai siang itu," ujarnya.

Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan, ketiga polisi tersebut merupakan anggota Polda Jawa Barat.

"Iya, personel dari Polda Jawa Barat," ucapnya.

Fiktor Sujud Minta Maaf

Wira menambahkan, Fiktor sempat bersujud saat meminta maaf kepada tiga polisi bukan karena mengakui kesalahan. Melainkan karena merasa takut kehilangan pekerjaan.

Menurutnya, Fiktor mengaku mendapat ancaman akan dilaporkan ke tempatnya bekerja hingga berpotensi dipecat.

"Dia dikatakan kami akan laporkan ke tempatmu bekerja, kamu akan dipecat. Dia ketakutan karena dia bilang kamu akan dipecat dan tidak ada pekerjaan," kata Wira.

Terkait dugaan kekerasan, Wira memastikan tidak ada pemukulan terhadap Fiktor. Namun, dia menyebut ketiga polisi sempat menarik kerah baju saat Fiktor keluar dari pospol.

"Memang tidak ada yang pemukulan tidak ada. Hanya memang pada terakhir kali begitu keluar dari itu ada memang pegangan kerah baju oleh salah satu. Dan itu tidak dipukul, hanya ditarik," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya