Instagram Blokir Akun yang Rekam Orang Pakai Kacamata Meta

Instagram mengambil tindakan tegas terhadap pengguna yang memanfaatkan kacamata pintar Meta, untuk merekam orang lain secara diam-diam.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 25 Juli 2026, 08:11 WIB
Kacamata Oakley-Meta (Foto: Meta Store).

Liputan6.com, Jakarta - Instagram mulai mengambil tindakan tegas terhadap pengguna yang memanfaatkan kacamata pintar Meta, untuk merekam orang lain secara diam-diam, kemudian di-upload sebagai konten. Akun yang dinilai membuat konten bernuansa pelecehan atau merugikan orang lain kini dapat dikenai sanksi hingga pemblokiran.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Instagram Adam Mosseri, yang menyebut platform tidak ingin penggunanya diam-diam merekam orang lain, untuk kemudian melakukan pelecehan dan menyebarkan rekaman tersebut di Instagram.

"Jika kamu mengunggah konten yang memanfaatkan atau merugikan orang lain dan melecehkan mereka, seperti banyak video pendekatan atau rayuan yang telah kami dengar dan lihat, kami akan menghapus konten tersebut," ujar Adam, di media sosial seperti disitat dari Engadget, Sabtu (25/7/2026).

Belakangan memang tengah marak penggunaan kacamata pintar Meta untuk merekam aktivitas orang lain tanpa sepengetahuan maupun persetujuan yang direkam.

Sejumlah konten yang beredar disebut menampilkan kreator melakukan aksi prank terhadap pekerja layanan. Sementara seluruh kejadian direkam secara diam-diam menggunakan kacamata pintar, atau perangkat serupa.

Beberapa aksi tersebut bahkan dinilai sudah mendekati atau masuk dalam kategori pelecehan, terhadap orang yang menjadi objek rekaman.

 

Citra Buruk

Konten lain memperlihatkan sejumlah pria merekam interaksi dengan perempuan di ruang publik, tanpa sepengetahuan pihak yang direkam.

Praktik tersebut membuat kacamata pintar Meta mendapat sejumlah julukan negatif, termasuk "pervert glasses" dan "predator glasses", yang tentunya dapat berdampak buruk terhadap citra produk tersebut.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak video yang telah dihapus Instagram, berdasarkan kebijakan baru ini. Namun, terdapat sedikitnya dua akun populer yang rutin mengunggah rekaman perempuan di ruang publik, tanpa persetujuan telah dinonaktifkan.

 

Upaya Meta

Meta juga mengonfirmasi bahwa kedua akun tersebut diblokir, karena mengunggah konten pelecehan yang direkam menggunakan kacamata pintarnya.

Langkah Instagram ini bukan satu-satunya upaya Meta untuk mencegah penyalahgunaan kacamata pintar. Perusahaan sebelumnya menambahkan sistem yang dapat menonaktifkan kamera sepenuhnya, apabila lampu LED indikator perekaman telah dimodifikasi atau dirusak.

Lampu tersebut diketahui pernah ditutupi menggunakan selotip atau film, dan bahkan ada pengguna yang membuat lubang di perangkat agar aktivitas merekam tidak mudah diketahui.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya