Proyek Gas North Hub Mulai Dibangun, Siap Serap 8.000 Tenaga Kerja

Proyek North Hub Development diharapkan menjadi mesin penggerak utama untuk mencapai target produksi migas nasional.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juli 2026, 14:30 WIB
Pembangunan FPS Bahtera Haluan Lestari dimulai dengan ditandai pemotongan baja pertama. (Foto: esdm.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) berharap proyek North Hub Development dapat menjadi mesin penggerak utama untuk meraih target produksi minyak dan gas. Proyek gas bernilai US$ 11,8 miliar atau Rp 212,30 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990) ini dibidik mampu memproduksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat pada kuartal IV 2028. Selain itu, proyek ini diharapkan membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Adapun proyek ini diawali dengan pemotongan baja pertama di tengah aktivitas galangan kapal di Tanjung Balai Karimun dalam rangka pembangunan  Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari, fasilitas kunci dalam North Hub Development Project.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, produksi North Hub diharapkan menjadi salah satu penopang pencapaian target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional pada 2030. Pemerintah menargetkan produksi nasional mencapai 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," ujar Djoko di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis, 23 Juli 2026, dikutip dari laman esdm.go.id, Jumat, (24/7/2026).

North Hub Development Project mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek hulu migas ultra-dalam tersebut memiliki total nilai investasi US$11,8 miliar.

Dari total investasi itu, sekitar US$ 2,9 miliar atau Rp 52,17 triliun dialokasikan untuk pembangunan Floating Production Storage and Offloading atau FPSO Bahtera Haluan Lestari. Pembangunan fasilitas tersebut telah memasuki fase konstruksi yang ditandai dengan pemotongan baja pertama bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

 

Sektor Hulu Migas Masih Punya Daya Tarik

Ilustrasi investasi. (Liputan6.com)

Djoko  menuturkan, nilai investasi tersebut menunjukkan sektor hulu migas Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor. Keterlibatan industri fabrikasi dalam negeri juga dinilai mencerminkan kemampuan nasional dalam mengerjakan proyek berskala besar dan berteknologi tinggi.

"North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas yang pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri. Pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi mengatakan pihaknya berkomitmen memenuhi target produksi perdana pada 2028. Menurut dia, pencapaian proyek hingga memasuki tahap konstruksi merupakan hasil kerja sama berbagai pihak untuk menghadirkan pasokan energi yang andal bagi Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan terus mendorong pengembangan lapangan migas strategis, terutama sumber daya gas yang berperan sebagai energi transisi. Ketepatan jadwal pembangunan North Hub akan menentukan kontribusi proyek tersebut terhadap ketahanan energi dan pencapaian target produksi migas nasional

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya