Liputan6.com, Jakarta - Meluangkan waktu membaca 20 halaman buku setiap hari menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan baik, sekaligus menjaga kesehatan mental. Target tersebut terasa lebih realistis dibanding menetapkan durasi membaca yang panjang, sehingga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Kebiasaan membaca tidak hanya memperkaya wawasan, tapi juga memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari derasnya informasi, notifikasi, dan media sosial. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rutinitas membaca mampu membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, memperluas kosakata, memperkuat empati, serta memperbaiki kualitas tidur ketika dilakukan secara konsisten.
Advertisement
Menetapkan target berdasarkan jumlah halaman juga dapat diterapkan dalam skala yang lebih kecil, misalnya 20 halaman sehari, melansir Healthline, Jumat, 24 Juli 2026. Target tersebut cukup ringan untuk diselesaikan di tengah kesibukan, tapi tetap mampu menciptakan rutinitas yang konsisten.
Ketika kebiasaan mulai terbentuk, jumlah halaman dapat ditambah secara bertahap sesuai kenyamanan masing-masing. Konsistensi menjadi faktor yang lebih penting dibanding durasi membaca.
Analisis terhadap program Reading for Wellbeing pada 2024 menemukan bahwa meningkatnya kesempatan membaca untuk kesenangan berkaitan dengan rasa percaya diri dan keterhubungan yang lebih baik, dua faktor yang berkontribusi terhadap kesejahteraan seseorang.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa rutinitas harian yang teratur dapat membantu menurunkan gejala kecemasan dan depresi. Membangun kebiasaan membaca dapat dimulai dengan menentukan waktu dan tempat yang sama setiap hari.
Jadikan Kebiasaan
Sebagian orang memilih membaca pada pagi hari sebelum beraktivitas, sementara yang lain memanfaatkan waktu istirahat makan siang atau sore hari sebagai jeda dari pekerjaan. Rutinitas yang dilakukan pada waktu yang konsisten akan membantu otak mengenali membaca sebagai bagian dari aktivitas harian.
Membaca sebelum tidur menjadi pilihan yang paling banyak dilakukan karena mampu menjadi transisi dari aktivitas yang padat menuju waktu istirahat. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi paparan layar gawai menjelang tidur sehingga tubuh lebih mudah rileks.
Kebiasaan membaca tidak harus selalu dilakukan dalam sesi yang panjang. Membaca satu bab sudah cukup jika dilakukan setiap hari.
Jika suatu hari target tidak tercapai, kebiasaan tersebut tidak perlu dianggap gagal. Melanjutkan kembali keesokan harinya jauh lebih penting daripada memaksakan diri hingga membaca terasa sebagai beban.
Pilih Bacaan Kesukaan
Mengganti sebagian waktu menggulir media sosial dengan membaca juga dapat menjadi strategi sederhana untuk memulai. Kebiasaan ini membantu melatih kemampuan monotasking, yaitu fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu. Kemampuan tersebut semakin penting di tengah derasnya distraksi digital yang membuat perhatian mudah terpecah.
Pilihan bacaan pun tidak harus selalu berupa buku tebal. Novel, buku nonfiksi, kumpulan cerita pendek, majalah, serta buku elektronik dapat menjadi alternatif sesuai minat pembaca. Memilih bacaan yang disukai membuat seseorang lebih mudah mempertahankan rutinitas dibanding memaksakan membaca buku yang terasa berat.
Kegiatan membaca juga bisa menjadi aktivitas bersama keluarga. Orangtua dapat membacakan cerita pada anak sebelum tidur sebagai bagian dari rutinitas malam. Selain mempererat hubungan keluarga, kegiatan tersebut membantu perkembangan bahasa, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri anak ketika mulai belajar membaca sendiri.
Jaga Semangat Membaca
Sejumlah cara sederhana dapat membantu menjaga semangat membaca, seperti membuat jurnal bacaan, mencatat target bulanan, memberi penanda pada kutipan favorit, bergabung dengan klub buku, atau membaca buku yang sama bersama teman agar dapat saling berdiskusi.
Pendekatan seperti ini membuat proses membaca terasa lebih menyenangkan sekaligus memberi motivasi untuk terus melanjutkan kebiasaan. Membangun kebiasaan baru memang membutuhkan waktu.
Tinjauan sistematis pada 2024 terhadap 20 penelitian mengenai pembentukan kebiasaan menunjukkan bahwa rutinitas baru umumnya mulai terbentuk dalam sekitar dua bulan, sementara proses hingga benar-benar menjadi kebiasaan yang kuat dapat berlangsung antara dua hingga lima bulan.
Dengan memulai dari target sederhana, seperti membaca 20 halaman sehari, kebiasaan tersebut berpeluang menjadi bagian dari gaya hidup yang memberi manfaat bagi kesehatan mental, kemampuan fokus, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.