Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. Maka, Jakarta dipilih sebagai lokasi awal hingga masa transisi ketika lokasi di Pulau Dewata telah optimal.
Dia mengatakan pembangunan pusat finansial menjadi mandat undang-undang terbaru dan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dia mengamini rencananya akan berdiri di salah satu lokasi di Bali.
Advertisement
"Bapak Presiden minta, instruksi segera ditindaklanjuti, dan memang rencananya itu akan di buat di Bali. Tapi perlu ada persiapan selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi satu financial center yang bertaraf internasional," kata Rosan, di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Jumat (24/7/2026).
Dengan begitu, akan ada pemanfaatan lain di masa transisi pada rentang 2-3 tahun tersebut. Misalnya, dengan mendirikan pusat finansial di Jakarta terlebih dahulu. Rosan mengaku Jakarta dinilai sudah lebih siap menyajikan infrastrukturnya.
"Mungkin di masa transisi ini apa dalam 2-3 tahun ke depan, mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan di sana, Jakarta dan juga di Bali," ujarnya.
"Mungkin itu persiapan-persiapan termasuk persiapan untuk penunjukan apa nanti oleh Bapak Presiden dari istilahnya gubernurnya, kemudian pengelola kawasan, dan yang lain-lainnya," Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM ini menambahkan.
Ada di Pusat Kota
Dia mengatakan salah satu aset milik BUMN akan jadi lokasi pusat finansial pada masa transisi di Jakarta tersebut. Dia mengatakan rencananya akan menggunakan salah satu gedung baru milik Danareksa.
"Ya kan kebetulan gedung kalau Jakarta kita akan menggunakan salah satu gedung kita, kebetulan itu gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga, dan itu rencananya kita akan pergunakan pada saat kita men-setup financial apa financial center di Jakarta dulu," jelas dia.
Modal Pembangunan PFII
Diketahui, salah satu kemungkinannya akan merujuk pada Menara Danareksai yang berdiri di pusat kota, yakni Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Menara Danareksa sendiri baru beroperasi pada 2022 dan berdiri tepat di sebelah kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Modal dari Danantara?
Ketika disinggung mengenai modal awal pembangunan PFII dari Danantara, Rosan menyebut lembaganya berperan sebagai pengelola kawasan. Sementara, PFII akan dipimpin oleh sosok ketua kawasan. Meski belum ada rincian lebih jauh mengenai hal tersebut.
"Ya kan kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi kan dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh gubernurnya nanti akan men-setup semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar," tuturnya.
Rosan meyakini, kehadiran pusat finansial RI mendapat sambutan hangat dari investor asing. "beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali, bertemu dengan 11 para investor dari family office dan lainnya, dan responnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini," tandas dia.
PFII Bakal Berdiri di Jakarta
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bisa didirikan di Jakarta dan Bali. Bahkan sudah ada tempat yang disiapkan di dua lokasi tersebut.
Airlangga menerangkan satu lokasi sudah disiapkan di Jakarta, bahkan diakuinya sudah memiliki gedung. Adapun, kedua lokasi itu disebut milik Danantara.
"Memang disiapkan satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada. Ada beberapa tempat disiapkan (termasuk Bali)," ujar Airlangga ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Belum Diputuskan
Meski sudah ada dua opsi lokasi PFII, Airlangga mengaku pemerintah belum menentukan lokasi pastinya. Pertimbangan utamanya yakni tempat mana yang bisa siap lebih dahulu.
"Nanti akan diumumkan kalau semuanya sudah siap. Pertimbangannya mana yang low hanging fruit, yang paling cepat bisa kita dirikan," ucap dia.
"Dua-duanya punya Danantara. Di Jakarta satu tempat, di Bali se-pulau Bali nanti salah satu lokasi," imbuh Airlangga.