Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia ditutup menguat ke level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli teknikal dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Analis Senior ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi dan membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama masih diimbangi oleh tingginya minat terhadap aset safe haven.
Advertisement
Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat (24/7/2026):
1. Harga Emas Naik ke Posisi Tertinggi, Permintaan Safe Haven Melonjak
Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam dua pekan pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Penguatan logam mulia ini didorong oleh aksi beli teknikal serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.
Selain memantau upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut, pelaku pasar juga bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Simak berita selengkapnya di sini.
2. Said Iqbal Minta Gubernur Jabar Cabut Aturan Upah Minimum Sektoral
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mencabut Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026. Ia mendesak agar penetapan upah tersebut mengacu pada usulan resmi dari masing-masing kabupaten dan kota.
Desakan ini menyusul putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung terkait gugatan UMSK Jabar 2026.
Iqbal menerangkan, UMSK sejumlah sektor industri di beberapa daerah sebelumnya dihapus dalam penetapan upah minimum di Jabar.
Simak berita selengkapnya di sini.
3. Rupiah Menguat ke 17.914 per Dolar AS, Simak Prediksinya Hari Ini
Rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (23/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, analis memperkirakan penguatan mata uang Garuda masih dibayangi potensi tekanan dari kenaikan harga minyak dunia dan menguatnya sentimen terhadap dolar AS.
Mengacu data pembukaan perdagangan, kurs rupiah naik 3 poin atau sekitar 0,02 persen ke level 17.914 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.917 per dolar AS.