FHI 2026 Dorong Industri Kuliner yang Inklusif, dari Sampah Makanan hingga Barista Down Syndrome

FHI 2026 menampilkan praktik industri kuliner berkelanjutan dan inklusif melalui pengelolaan limbah, inovasi hijau, serta pemberdayaan difabel.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 23 Juli 2026, 17:00 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menghadiri Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026. (dok. FHI)

Liputan6.com, Jakarta - Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) pada 21-24 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-20, pameran business-to-business (B2B) tersebut tidak hanya menghadirkan inovasi produk makanan, minuman, dan hospitality, tapi juga menyorot komitmen industri terhadap keberlanjutan dan inklusivitas.

Pengunjung tidak hanya menemukan teknologi terbaru untuk industri kuliner, tapi juga melihat bagaimana pelaku usaha mulai menerapkan praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kelompok difabel.

Portfolio Director FHI 2026 Meysia Stephannie mengatakan bahwa transformasi industri tidak lagi cukup diukur dari pertumbuhan bisnis semata. Menurutnya, pelaku industri kini dituntut mampu menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata.

"Dengan pertumbuhan daya beli masyarakat, meningkatnya investasi, serta prospek industri yang terus menguat, kami optimistis FHI 2026 tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tapi juga menjadi katalis lahirnya inovasi, investasi, dan kemitraan strategis yang akan menentukan arah pertumbuhan industri ini ke depan," katanya melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).

Komitmen tersebut terlihat melalui Better Stands Programme yang mendorong penggunaan material pameran yang lebih berkelanjutan. Program itu bertujuan mengurangi limbah konstruksi yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pameran berskala besar.

Pengelolaan limbah pameran juga dilakukan bersama Ecoloop agar material yang masih layak dapat dimanfaatkan kembali. FHI 2026 turut menggandeng FoodCycle Farm untuk mengolah limbah makanan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.

Mengurangi Sampah Organik

Suasana Pameran Dagang Internasional untuk industri perhotelan, makanan dan minuman. Foto: liputan6.com/dok.FHI

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik yang dihasilkan selama penyelenggaraan acara, sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular pada pelaku industri makanan dan minuman.

Penyelenggara juga menyediakan stasiun isi ulang air minum bekerja sama dengan Waterhub. Fasilitas itu mengajak peserta dan pengunjung mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama mengikuti rangkaian kegiatan pameran.

Upaya keberlanjutan berlanjut melalui kolaborasi dengan Noovoleum yang mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah menjadi sustainable aviation fuel. Program tersebut memperlihatkan bahwa limbah dapur dapat menjadi bahan baku energi alternatif bila dikelola secara tepat.

FHI 2026 juga menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik hasil kolaborasi dengan SKKTAMA. Kehadiran fasilitas tersebut mendukung penggunaan kendaraan rendah emisi, sekaligus memperkenalkan ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan kepada pelaku industri.

 

Beyond Coffee

Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) pada 21-24 Juli 2026. (dok. FHI)

Komitmen terhadap inklusivitas tampak melalui program Beyond Coffee yang bekerja sama dengan Kopi Kamu dan POTADS. Program tersebut melibatkan barista penyandang down syndrome untuk menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang dalam membangun karier di industri kopi.

Program itu juga membuka ruang interaksi yang lebih luas antara pelaku industri, pengunjung, dan penyandang disabilitas dalam suasana yang setara. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menilai, industri makanan, minuman, dan hospitality memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas.

"Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia," sebut dia.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan hospitality dan industri makanan yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional.

 

FHI 2026

Suasana pameran Food & Hotel Indonesia yang menarik minat pengunjung. Foto: liputan6.com/dok.FHI

FHI 2026 menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara. Ribuan produk, teknologi, dan solusi ditampilkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan, minuman, hotel, restoran, serta jasa layanan hospitality.

Rangkaian kegiatan selama empat hari mencakup seminar, workshop, kompetisi, dan program business matching yang mempertemukan exhibitor dengan calon pembeli dari berbagai negara. Penyelenggara menargetkan lebih dari 2.000 pertemuan bisnis selama pameran sebagai upaya memperluas akses pasar, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Agenda kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Indonesia Barista Championship kembali digelar sebagai ajang seleksi menuju World Barista Championship.

Tea Masters Cup hadir untuk meningkatkan kompetensi profesional teh, sementara World Fashion Drinks Competition Indonesia Division memberi ruang bagi para mixologist dan barista menunjukkan kreativitas dalam meracik minuman nonalkohol.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya