29 Persen Rumah di Madura Tak Layak Huni, DPR Bergerak

Anggota DPR RI Said Abdullah menyalurkan dana reses untuk membantu renovasi rumah warga miskin di lima desa Madura.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 22 Juli 2026, 07:42 WIB
Anggota DPR RI Said Abdullah.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR RI Said Abdullah menyoroti keberadaan rumah tidak layak huni di wilayah Madura yang mencapai 29 persen, dia pun menyalurkan dana reses untuk meningkatkan kualitas hunian warga lima desa di wilayah tersebut.

Said mengatakan, pangan, sandang, dan papan (rumah) merupakan kebutuhan dasar kita semua, ketiganya menjadi indikator dasar seseorang dikategorikan miskin atau tidak miskin.

"Negara memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya, agar rakyatnya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak," kata Said, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Said melanjutkan, salah satu kebutuhan penting itu adalah rumah sebagai tempat tinggal, tempat setiap keluarga menorehkan sejarah dan mengukir harapan. Sayangnya, tidak semua rumah tangga bisa mendambakan, sementara yang sudah memiliki rumah sebagiannya harus menerima keadaan rumahnya tidak layak huni. Semuanya terjadi karena keterbatasan ekonomi.

Secara nasional backlog perumahan nasional masih sangat tinggi, mencapai 15 juta unit. Hal itu menggambarkan rakyat masih membutuhkan rumah untuk tempat tinggal masih sangat tinggi, sementara ketersediaannya rendah.

Sementara rakyat yang sudah memiliki rumah namun di kategorikan tidak layak huni jumlahnya juga lebih tinggi. Data rumah tak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tanggal. Di Madura sendiri, merujuk data BPS rumah layak huni hanya mencapai 71 persen. Artinya, ada 29 persen rumah warga Madura tidak layak. huni.

"Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur yang rata rata rumah layak huni mencapai 80 persen," ungkapnya.

 

 

Uang Reses untuk Renovasi Rumah

Atas dasar itulah, sebagai bagian dari penyelenggara negara dan diberikan amanah oleh rakyat di Madura menjalankan tugas kedewanan, Said ikut terlibat dalam agenda memberdayakan warga memperbaiki rumahnya agar lebih layak.

"Oleh sebab itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya uang reses untuk membantu warga di Sumenep memperbaiki rumah mereka," tuturnya.

Said pun menyerahkan uang reses tersebut ke warga di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep. Program renovasi rumah dari uang reses DPR disalurkan ke lima desa di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep.

Bantuan biaya perbaikan rumah peruntukkan kepada warga desa dari 19 Dusun, di lima desa yakni; Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Menurut Said, warga yang menerima bantuan perbaikan rumah rata-rata berada dalam rentang desil 1 sampai 3, yakni golongan masyarakat yang oleh pemerintah dikategori sangat miskin, miskin dan hampir miskin.

"Selain itu, tim lapangan kami juga melakukan verifikasi fisik, atas kelayakan yang bersangkutan menerima bantuan perbaikan rumah. Setelah menerima bantuan tunai untuk perbaikan rumah, kami juga menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dalam melihat warga memperbaiki rumahnya," imbuhnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya