Thomas Tuchel Dituduh Ingin Dipecat usai Inggris Kandas di Piala Dunia 2026

Paul Scholes menilai komentar Thomas Tuchel usai kalah dari Argentina lebih buruk dari penampilan.

oleh Aning JatiDiterbitkan 22 Juli 2026, 16:00 WIB
Thomas Tuchel, Manajer Timnas Inggris, keluar lapangan bersama Kobbie Mainoo #16 setelah kekalahan 1-2 pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Shaun Botterill/Getty Images melalui AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes melontarkan kritik tajam kepada Thomas Tuchel setelah Inggris disingkirkan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Menurutnya, pernyataan Tuchel seusai laga justru memperburuk situasi.

Tuchel sebelumnya disorot karena perubahan taktik pada babak kedua yang dinilai berkontribusi pada hasil tersebut. Usai pertandingan, ia menampik pernah meminta para pemain bertahan terlalu dalam dan menyinggung soal DNA sepak bola Inggris.

Meski mampu membawa The Three Lions mencatatkan capaian terbaik di Piala Dunia sejak 1966, posisinya ikut dipertanyakan. Kontrak Tuchel dengan Timnas Inggris berlaku hingga setelah Euro 2028, dan pelatih berusia 52 tahun itu telah menyatakan ingin menuntaskan masa baktinya.


Scholes: Komentar Tuchel Lebih Buruk dari Penampilan

Ekspresi Thomas Tuchel pada laga Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 - AP Photo/Julio Cortez

"Saya pikir komentarnya setelah pertandingan justru lebih buruk daripada penampilan pemain. Dia mengatakan itu bukan DNA sepak bola Inggris. Sekarang Anda sudah menjadi bagian dari DNA itu, Thomas," kata Scholes dalam podcast "The Good, The Bad and The Football" yang dikutip Express.

"Dia menyerang dan terlalu banyak menyalahkan pemain. Manajer kami tidak akan pernah melakukan itu," ucap legenda Manchester United itu.

"Pelatih akan menyalahkan kami di balik pintu tertutup saat latihan atau rapat, tetapi tidak pernah di depan umum. Saya rasa Thomas Tuchel memang punya sejarah seperti ini di klub-klub yang pernah ditanganinya. Dia menyalahkan pemain dan berselisih dengan direktur olahraga."


Pertanyakan Motif, Singgung Rekam Jejak Di Klub

"Anda jadi bertanya-tanya, 'apakah dia ingin dipecat?' Dari apa yang dia katakan, seolah-olah memang ingin meninggalkan jabatan ini karena akan sulit baginya untuk menarik kembali ucapannya," tuding Scholes.

Ia juga menyinggung riwayat gesekan Tuchel dengan sejumlah pihak sepanjang karier kepelatihannya.

"Saya baru menyadarinya kemarin ketika mendengar orang membicarakannya, seberapa sering dia berselisih dengan orang-orang di klub-klub yang pernah dia tangani. Lihat saja, dia tidak bertahan lama di PSG, Borussia Dortmund, maupun Bayern Munchen. Dia berselisih dengan banyak orang dan mungkin sedang mencari jalan keluar," ungkapnya.


Nicky Butt Soroti Peran FA

Mantan gelandang Timnas Inggris, Nicky Butt, menilai Tuchel yang dikenal blak-blakan seharusnya mendapatkan arahan yang jelas dari tim hubungan masyarakat FA terkait pernyataan yang layak disampaikan ke media apabila ingin tetap melatih Inggris.

"Saya rasa dia tidak peduli. Dia sudah menangani klub-klub besar, jadi itu bukan masalah baginya," kata Scholes.

"Kalau melihat skuadnya, dia justru memasukkan pemain bertahan. Padahal, pilihan pemain menyerangnya juga tidak banyak."

Butt menilai Marcus Rashford dan Ollie Watkins seharusnya dimainkan. Ia juga menyebut Cole Palmer dan Phil Foden kemungkinan bertanya-tanya mengapa mereka tidak ikut berusaha membantu Inggris mengejar gelar juara dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya