Top 3 Berita Bola: Timnas Spanyol Hanya Terima Separuh Bonus Juara Piala Dunia 2026

Kabar dari selebrasi juara Piala Dunia 2026 mendominasi daftar top 3 berita terpopuler Kanal Bola Liputan6.com.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 22 Juli 2026, 10:00 WIB
Para pemain Timnas Spanyol berparade di atas bus terbuka melalui jalan-jalan Madrid pada 20 Juli 2026, satu hari setelah timnas sepak bola memenangkan gelar Piala Dunia kedua mereka setelah kemenangan 1-0 melawan Argentina. Para pemenang Piala Dunia Spanyol kembali ke rumah dan disambut bak pahlawan di Madrid, di mana satu juta penggemar diperkirakan akan menyambut mereka setelah malam perayaan meriah di seluruh negeri. (Paul Hanna/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Informasi tersisa usai Piala Dunia 2026 menarik perhatian pembaca Kanal Bola Liputan6.com sehingga mendominasi daftar top 3.

Spanyol menggelar selebrasi setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga puncak. Di balik itu, Lamine Lamal dan kawan-kawan ternyata harus membayar pajak besar setelah menerima bonus.

Selain kabar tersebut, berikut daftar lengkap berita terpopuler dalam sehari terakhir: 

1. Timnas Spanyol Hanya Terima Separuh Bonus Juara Piala Dunia 2026

Skuad Spanyol baru saja mengangkat trofi Piala Dunia 2026, namun bonus juara yang mereka terima diperkirakan terpangkas signifikan oleh pajak. Sebagian pemain hanya akan membawa pulang sekitar setengah dari nilai bruto yang dijanjikan.

Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 lewat perpanjangan waktu pada final di MetLife Stadium, New Jersey. La Furia Roja tampil dominan, sementara Argentina hanya melepaskan dua tembakan hingga laga tuntas. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan gelar dunia.

Menurut Gestha yang dikutip The Mirror, setiap pemain berpeluang mengantongi bonus kotor sebesar 754.701,92 euro (sekitar Rp 15,4 miliar). Jumlah itu lahir dari kesepakatan dengan RFEF, di mana para pemain menerima 45 persen dari hadiah 44 juta euro yang diberikan FIFA untuk kampiun. Total sekitar 19,8 juta euro kemudian dibagi rata kepada 26 pemain. Baca selengkapnya di sini...


2. Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berbicara dalam konferensi pers setelah Kongres Biasa UEFA ke-49 yang diselenggarakan di pusat kongres Sava Centar di Beograd pada 3 April 2025. (PREDRAG MILOSAVLJEVIC/AFP)

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 di New Jersey sebagai bentuk protes terhadap FIFA. Langkah itu datang di tengah memanasnya hubungan kedua organisasi sepak bola tersebut.

Absennya Ceferin disebut terkait kekecewaan terhadap sejumlah aspek penyelenggaraan turnamen oleh FIFA, termasuk keputusan disiplin dan penerapan aturan selama kompetisi. UEFA sebelumnya telah menyampaikan kritik terbuka atas putusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Pembatalan sanksi itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, meninjau kembali kartu merah yang diterima Balogun. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai adanya pengaruh politik dalam pengambilan keputusan FIFA. Baca selengkapnya di sini...


3. Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Karena Marc Cucurella Lakukan Ritual Unik Ini?

Bek Timnas Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella (tengah), merayakan kemenangan di samping penyerang Argentina bernomor punggung 17, Giuliano Simeone (kiri), dan penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Ada sebuah informasi menarik seputar keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bek La Furia Roja Marc Cucurella melanjutkan tradisi unik yang dipercaya membawa keberuntungan dalam kesuksesan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kiri Spanyol itu terlihat mengubur sebuah koin di lapangan beberapa saat sebelum pertandingan final melawan Argentina dimulai di New York New Jersey Stadium.

Ritual tersebut ternyata bukan ide Cucurella sendiri. Ia menjalankan tradisi yang sebelumnya dilakukan oleh legenda Spanyol, Joan Capdevila saat final Piala Dunia 2010 silam. Baca selengkapnya di sini...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya