Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum menetapkan besaran penyesuaian anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk 2026 maupun pagu anggaran 2027. Kementerian Keuangan masih menunggu usulan resmi dari BGN sebelum menentukan alokasinya dalam Nota Keuangan APBN 2027.
Purbaya mengatakan pembahasan anggaran BGN akan dilakukan dalam waktu dekat bersama Kepala BGN. Pertemuan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebutuhan anggaran tahun berjalan dan tahun depan.
Advertisement
“Untuk BGN, kami masih menunggu informasi dari Ketua BGN. Kalau tidak salah, Kamis atau Jumat saya akan bertemu beliau untuk melihat seperti apa anggaran tahun ini maupun anggaran tahun depan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7/2026).
Purbaya menegaskan pemerintah belum dapat mengonfirmasi angka kebutuhan anggaran yang sempat beredar di publik, termasuk isu alokasi sekitar Rp 170 triliun untuk tahun 2027. Menurutnya, seluruh angka masih menunggu pembahasan dan usulan resmi dari pihak BGN.
“Jadi mengenai berapa, Rp 170 triliun segala macam itu, kita masih tunggu,” ujarnya.
Perkiraan DPR
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memperkirakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 berada di kisaran maksimal Rp 174 triliun.
Proyeksi tersebut didasarkan pada kebutuhan sekitar 21 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, serta target layanan bagi sekitar 84 juta siswa. Angka itu juga telah memperhitungkan alokasi anggaran kesehatan, termasuk untuk penanganan stunting dan perlindungan ibu hamil.
Said menegaskan penyesuaian anggaran tidak akan menurunkan kualitas pelaksanaan program MBG. Pemerintah dipastikan tetap memprioritaskan tata kelola program dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.