Pramono Ungkap Strategi TPS 3R Kurangi Sampah ke Bantargebang

TPS 3R dioptimalkan untuk mengendalikan sampah sebelum sistem open dumping dihentikan.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 21 Juli 2026, 12:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) menjelang berakhirnya sistem open dumping di TPST Bantargebang pada 1 Agustus 2026.

Menurut Pramono, persiapan penghentian open dumping telah dibahas dalam rapat internal Pemprov DKI. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menghidupkan kembali fungsi TPS 3R, melalui investasi peralatan dan kolaborasi dengan pihak swasta agar sampah dapat diolah sebelum dikirim ke Bantargebang.

“Memang sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta betul-betul untuk TPS 3R-nya itu dihidupkan kembali dan kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta untuk yang dulu tidak di-manage dengan baik, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS 3R-nya,” kata Pramono di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Pramono mengaku akan meninjau langsung sejumlah TPS 3R dalam pekan ini. Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat kesiapan fasilitas dan peralatan yang akan mendukung pengolahan sampah.

“Di beberapa tempat nanti dalam minggu ini saya akan ada 4-5 TPS 3R yang saya kunjungi sendiri termasuk peralatan yang ada,” ujar dia.

Pramono berharap optimalisasi TPS 3R akan mampu menekan volume residu yang harus dibuang ke TPST Bantargebang setelah sistem open dumping resmi dihentikan.

“Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantar Gebang itu akan berkurang banyak,” kata Pramono.

 

 

Mulai Hentikan Praktik Open Dumping

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Langkah tersebut ditandai dengan penutupan dua zona aktif pembuangan sampah menggunakan media pelindung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, proses ini akan diperkuat dengan pemasangan geomembrane sebagai bagian dari transisi menuju sistem controlled landfill. Tahapan awal sistem controlled landfill telah dimulai sejak Jumat, 17 Juli 2026, di mana media penutup dipasang di bagian atas Zona 2 TPST Bantargebang.

“Pemasangan media penutup merupakan langkah nyata untuk mengurangi bau, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan terbentuknya air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah,” kata Dudi dalam keterangannya, dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, penerapan sistem itu dilakukan dengan mekanisme pergantian titik pembuangan sampah setiap tujuh hari. Area yang telah digunakan sebagai lokasi pembuangan akan ditutup selama tujuh hari, sementara aktivitas pembuangan dipindahkan ke titik lain yang telah disiapkan.

Menurut Dudi, mekanisme tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan area penimbunan sekaligus meningkatkan pengendalian dampak lingkungan selama masa transisi menuju controlled landfill.

“Dengan pengaturan titik buang yang lebih disiplin, penanganan sampah di TPST Bantargebang dapat dilakukan secara lebih aman, terukur, dan terkendali,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya