Kevin Keegan Meninggal Dunia, Akhiri Perjuangan Melawan Kanker Stadium 4

Kevin Keegan, ikon sepak bola Inggris dan peraih dua Ballon d'Or, meninggal dunia pada usia 75 tahun.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 20 Juli 2026, 21:53 WIB
Kevin Keegan meninggal dunia. (AFP PHOTO/STR)

Liputan6.com, Jakarta - Kevin Keegan, salah satu ikon sepak bola Inggris yang pernah dua kali meraih penghargaan Ballon d'Or, meninggal dunia pada usia 75 tahun, Senin (20/7/2026).

Berita duka ini disampaikan setelah Keegan berjuang melawan kanker stadium empat yang telah dia umumkan pada Juni 2026. Sosok yang dijuluki "King Kevin" ini meninggalkan warisan gemilang baik sebagai pemain maupun manajer di kancah sepak bola.

Sebagai pemain, Keegan dikenal luas atas kiprahnya bersama Liverpool di era 1970-an, di mana ia menjadi bagian integral dari tim yang mendominasi Divisi Pertama dan meraih Piala Eropa. Semangat juang dan etos kerjanya yang luar biasa membuatnya menjadi idola di Anfield dan kemudian di Hamburg, Jerman, tempat ia mengukir sejarah sebagai satu-satunya pemain Inggris yang memenangkan dua Ballon d'Or.

Keluarga Keegan dalam pernyataannya mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergiannya. "Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan bahwa Kevin Keegan telah meninggal dunia pada usia 75 tahun," demikian bunyi pernyataan keluarga. "Kevin telah berjuang melawan kanker dan dikelilingi oleh istri serta putri-putrinya di saat-saat terakhirnya."


Perjalanan Gemilang Kevin Keegan

Kevin Keegan (kiri) yang pensiun sebagai pemain pada Juli 1985 bersama Blacktown City tercatat pernah bermain di Bundesliga Liga Jerman dengan membela Hamburger SV selama tiga musim mulai 1977/1978 hingga 1979/1980. Ia total bermain dalam 90 laga di Bundesliga dengan torehan 32 gol dan 2 assist. Dari jumlah gol tersebut, satu hattrick berhasil dikoleksinya pada pekan ke-16 musim 1978/1979 saat Hamburger SV menang 3-1 atas Arminia Bielefeld. (AFP/STR)

Karier Kevin Keegan di dunia sepak bola dimulai dari klub Scunthorpe, sebelum akhirnya ia direkrut oleh manajer legendaris Bill Shankly untuk Liverpool pada tahun 1971 dengan biaya transfer 33.000 poundsterling. Di bawah asuhan Shankly, Keegan berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Inggris, mengantarkan Liverpool meraih tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, serta dua Piala UEFA. Puncaknya adalah saat ia memimpin The Reds menjuarai Piala Champions pada tahun 1977.

Setelah masa kejayaannya di Liverpool, Keegan melanjutkan petualangan ke Jerman dan bergabung dengan Hamburg SV. Di sinilah ia mencapai puncak karier individualnya, dinobatkan sebagai Ballon d'Or sebanyak dua kali. Hingga kini, Keegan adalah satu-satunya pemain Inggris yang berhasil meraih dua penghargaan Ballon d'Or.

Sekembalinya ke Inggris, Keegan sempat bermain untuk Southampton dan Newcastle. Di level internasional, ia mencatatkan 63 penampilan untuk timnas Inggris, mencetak 21 gol, dan berpartisipasi dalam Piala Dunia 1982. Ia juga pernah menjabat sebagai kapten tim nasional.

Lanjut Baca:

Keegan memutuskan pensiun sebagai pemain pada tahun 1984, di usia 33 tahun, dan memilih untuk pindah ke Spanyol. Keputusan ini ia anggap sebagai salah satu yang terbaik dalam hidupnya. "Saya berada di level tertinggi dan satu-satunya jalan adalah menurun. Saya menyebutnya gunung kaca – Anda tidak bisa mendaki gunung kaca," ujarnya kepada The Guardian pada tahun 2011.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya