Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta penerapan Single National Identity Card atau Kartu Identitas Tunggal segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pemerintahan.
Mulanya, Prabowo menyatakan penyederhanaan regulasi dan birokrasi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan.
Advertisement
"Kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak. Ya, saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan," kata Prabowo pada sidang paripurna kabinet, Senin (20/7/2026).
Saat ini, kata Prabowo, pemerintah sudah memulai digitalisasi lewat GovTech sebagai langkah awal menuju penerapan Single National Identity Card.
"Saya berharap nanti Single National Identity Card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.
Ke depan selain digitalisasi, Prabowo meminta penyederhanaan regulasi menyeluruh, termasuk aturan di tingkat kementerian.
“Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya. Harus juga sinkron dengan napas penyederhanaan, deregulasi, dan efisiensi," pungkasnya.
Sidang Kabinet
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Dalam taklimatnya di hadapan kabinet Merah Putih, Prabowo menyinggung kinerja pemerintahannya.
Prabowo mengatakan, pemerintahannya sudah berjalan selama 1 tahun lebih atau sekitar 18 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, Prabowo bangga telah menyelesaikan ratusan persoalan dan masalah bangsa.
“Kita diberi mandat selesaikan masalah dan harusnya kita bangga ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang kita selesaikan. Hitungan kita 108-110 masalah yang kita selesaikan,” jelas Prabowo.
Menurut Prabowo, capaian itu bagian dari prestasi pemerintah. Dalam pandangannya, prestasi yang harus dibanggakan. Namun, prestasi itu bukan untuk membuat pemerintah besar kepala.
“Kita rendah hati, tidak mau menepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan sombong. Itu watak kita sebenarnya. Watak bangsa kita. Ojo dumeh,” tegas Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini menambahkan, capaian itu harus menjadi kebanggaan untuk bekerja lebih baik. Prestasi tetap harus dibanggakan. Menurutnya, sejarah akan mencatat prestasi yang ditorehkan pemerintah.
“Tanpa kita sadar karenan kita sibuk bekerja, kita dalam tahap ini ada hal yang sangat membanggakan,” ucap Prabowo.