Prabowo Soroti Gaji Guru Rendah hingga Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan gaji guru yang rendah dan lapangan kerja yang kurang di Sidang Kabinet Paripurna.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Juli 2026, 15:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyoroti gaji guru hingga lapangan kerja saat Sidang Kabinet Paripurna.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejumlah masalah yang dihadapi oleh berbagai kalangan masyarakat. Termasuk mengenai rendahnya gaji guru hingga lapangan kerja.

Hal tersebut disinggung Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di hadapan para menteri hingga kepala lembaga Kabinet Merah Putih (KMP). Mulanya, dia mewanti-wanti kalau pemimpin tidak takut akan masalah, lalu dia menyinggung sejumlah masalah yang dihadapi.

"Kita paham, seluruh bangsa paham, bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham, bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham, masih banyak kemiskinan ekstrem. Kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti, justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita," imbuh dia.

Prabowo menegaskan, kalau aparatur negara perlu hadir dalam menyelesaikan masalah. Lantaran, hal tersebut yang menjadi salah satu mandat masyarakat untuk para pemimpin negara.

"Kita semua di sini adalah unsur pimpinan, kita di sini pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah," tutur dia.

Dia menegaskan seluruh pemimpin bisa menghadapi masalah untuk menyelesaikannya. "Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," tegas dia.

Evaluasi Program Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dalam Kabinet Merah Putih (KMP). Presiden bakal melakukan evaluasi berbagai program pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo ingin melalukan evaluasi terhadap program pemerintah yang sudah berjalan.

"Ya, seperti biasa, sidang kabinet sebagaimana yang selama ini dipimpin bapak Presiden tentu yang pertama dalam rangka melakukan evaluasi mengenai seluruh program-program kerja pemerintah," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

 

Cari Solusi

Presiden Prabowo Subianto

Dia mengatakan, dalam proses evaluasi program kerja ini akan didiskusikan mengenai kendala yang dihadapi. Kemudian sederet kendala itu akan dicarikan solusinya bersama.

"Dalam proses evaluasi tentu seringkali dibiciarakan atau didiskusikan mengenai hambatan-hambatan yang barangkali masih ada untuk kemudian dicarikan jalan keluar," tuturnya.

Prasetyo juga mengingatkan, Kepala Negara selalu menekankan pentingnya kerja sama dan bekerja keras untuk mempercepat capaian seluruh program kerja pemerintah.

Dia menjelaskan, sidang kabinet paripurna sebelumnya dilakukan pada 13 Maret 2026. Bertaut sekiar empat bulan hingga kali ini.

"Jadi, hari ini bapak Presiden mengadakan sidang kabinet paripurna, setelah yang terakhir kabinet paripurna kalau tidak salah di tanggal 13 Maret, kurang lebih 4 bulan yang lalu," jelas dia.

Sejumlah Menteri Hadir

Pantauan Liputan6.com, beberapa menteri dan wakil menteri hadir menjelang sidang kabinet paripurna. Seluruhnya mengenakan kemeja berwarna putih dengan bawahan berwarna gelap.

Beberapa menteri yang terlihat hadir diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hararto, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Lalu, ada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, hingga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya