Liputan6.com, Jakarta - OpenAI menghadirkan serangkaian fitur baru di ChatGPT, yang dirancang untuk membuat penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh remaja menjadi lebih sehat dan aman.
Pembaruan ini mencakup pengingat untuk beristirahat saat menggunakan ChatGPT dalam waktu lama, sekaligus memperluas kontrol yang dapat diakses orang tua untuk mengawasi aktivitas anak.
Advertisement
Langkah tersebut diambil setelah OpenAI menemukan bahwa sebagian besar remaja memanfaatkan ChatGPT untuk belajar, dan meningkatkan produktivitas. Dengan begitu, perusahaan ingin memastikan AI tetap menjadi alat bantu yang bermanfaat tanpa mendorong kebiasaan penggunaan layar secara berlebihan.
Kini, ChatGPT akan secara otomatis mengingatkan pengguna remaja agar berhenti sejenak setelah menggunakan layanan dalam durasi yang cukup lama.
Seperti disitat dari Digital Trends, Minggu (19/7/2026), OpenAI juga memperbarui fitur Parental Controls. Melalui fitur ini, orang tua dapat mengatur Quiet Hours, yaitu periode tertentu ketika ChatGPT tidak bisa digunakan oleh anak.
Selain itu, para orang tua juga dapat menonaktifkan Voice Mode, membatasi akses ke fitur pembuatan gambar, hingga mengaktifkan Study Mode sebagai pengaturan bawaan setiap kali remaja memulai percakapan baru.
Mode belajar tersebut dibuat agar ChatGPT tidak sekadar memberikan jawaban instan. Sebaliknya, AI akan membimbing pengguna melalui pertanyaan-pertanyaan yang membantu anak untuk memahami proses penyelesaian masalah, sehingga lebih mendukung kegiatan belajar dibanding hanya menyajikan jawaban akhir.
OpenAI juga memperketat perlindungan bagi akun remaja. Sistem akan membatasi respons terhadap permintaan yang berisiko, termasuk konten yang berkaitan dengan kekerasan, tantangan viral berbahaya, tindakan menyakiti diri sendiri, hingga permainan peran yang bersifat romantis atau seksual.
Langkah tersebut ditujukan agar pengalaman menggunakan ChatGPT tetap sesuai dengan usia pengguna.
Notifikasi Keamanan untuk Orang Tua
Selain pengaturan penggunaan, OpenAI turut memperluas sistem notifikasi keamanan untuk orang tua. Jika akun remaja yang telah ditautkan terdeteksi melakukan pelanggaran serius, misalnya terkait aktivitas yang mengandung unsur kekerasan, orang tua akan menerima pemberitahuan.
Namun, OpenAI menegaskan bahwa notifikasi ini hanya berlaku pada kondisi tertentu dan tidak mencakup percakapan seperti penulisan fiksi, diskusi berita, politik, permainan, atau ungkapan kemarahan secara umum.
Sementara itu, OpenAI menjelaskan pembaruan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan pengalaman AI yang lebih aman bagi pengguna muda. Dalam pernyataannya, perusahaan juga menekankan bahwa kontrol orang tua hanyalah salah satu elemen pendukung.
Percakapan terbuka di dalam keluarga mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta aturan penggunaan teknologi di rumah tetap menjadi faktor penting agar remaja dapat memanfaatkan ChatGPT secara sehat dan produktif.