Wall Street Tertekan, Indeks Nasdaq Merosot Imbas Saham Chip

Di antara tiga indeks saham acuan di wall street, indeks Nasdaq memimpin koreksi seiring penurunan saham teknologi dan chip.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Juli 2026, 08:02 WIB
Ilustrasi seorang pedagang efek tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York atau Wall Street. (Foto: AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali tertekan yang dipimpin penurunan indeks Nasdaq pada Jumat, 17 Juli 2026. Selama sepekan, wall street juga melemah seiring pelaku pasar mempertimbangkan pergerakan terbaru saham semikonduktor bersamaan dengan laporan kuartalan terbaru.

Mengutip CNBC, Sabtu (18/7/2026), indeks S&P 500 melemah 1,01% menjadi 7.457,69. Indeks Nasdaq terpangkas 1,4% menjadi 25.520,24. Indeks Dow Jones terperosok 406,55 poin atau 0,77% ke posisi 52.146,42.

Selama sepekan, indeks S&P 500 turun 1,6%. Indeks Nasdaq melemah 2,9%, dan indeks Dow Jones tergelincir 0,9%.

The VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat minggu. Pada periode itu, harga emas turun hampir 9%. Semikonduktor terpukul pada awal sesi perdagangan setelah perusahaan rintisan China Moonshot AI meluncurkan model baru yang menurut mereka mempersempit kesenjangan dengan penawaran teratas di Amerika Serikat.

“Perkembangan terbaru adalah persaingan dari model sumber terbuka di China, yang dilaporkan menyaingi kinerja penawaran terkemuka dari Anthropic dan OpenAI menimbulkan kekhawatiran baru tentang laju pengeluaran teknologi yang tinggi,” ujar Senior Investment Strategist Edward Jones, Angelo Kourkafas.

“Kami melihat tanda-tanda kelelahan, dengan permintaan pengguna akhir untuk AI menjadi lebih sensitive terhadap harga dan pasar mulai menghukum perusahaan yang meningkatkan pengeluaran terlalu agresif,” ia menambahkan.

Ia melihat, volatilitas ini sebagai sinyal tema Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kemungkinan sedang matang daripada mengalami penurunan, yang merupakan bagian sehat dari bagaimana siklus investasi transformatif berkembang.

Selain chip, saham Netflix menjadi yang paling tertinggal pada Jumat. Harga saham Netflix turun lebih dari 7% karena perkiraan perusahaan gagal meredakan kekhawatiran investor mengenai pertumbuhan melambat.

 

 

Sentimen Wall Street Lainnya

Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat (AP Photo/Richard Drew)

Eskalasi lebih lanjut dalam perang AS-Iran juga tetap menjadi fokus. Hal itu berdampak terhadap harga minyak yang menguat. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4,5% menjadi US$ 82,49 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah Brent internasional naik 4,6% menjadi US$ 88,10.

Kuwait mengatakan pada Jumat, Iran menyerang pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air, dan Komando Pusat AS mengatakan semalam bahwa mereka telah menyelesaikan serangan malam keenam berturut-turut terhadap Iran, menghantam puluhan target militer, termasuk infrastruktur logistik dan kemampuan maritim.

Para pejabat Iran juga mengklaim pada Jumat telah menargetkan pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain, memperluas serangan Teheran lebih jauh di Timur Tengah.

 

Dibayangi Harga Minyak

Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Hal ini terjadi ketika gencatan senjata rapuh yang dicapai bulan lalu telah retak, sekali lagi mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz yang vital secara strategis, yang biasanya menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

“Pergerakan harga minyak terbaru "akan membuat orang panik, tetapi kita masih berada di kisaran rata-rata," kata Head of Equities Aptus Capital Advisors, David Wagner.

Wagner optimistis terhadap pasar secara keseluruhan meskipun harga minyak tinggi. "Saya masih optimis, tetapi mungkin akan ada lebih banyak volatilitas ke depannya,” ujar dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya