Pengendali KOKA Teken Transaksi Penjualan Saham dengan Liqun Investment

Manajemen Koka Indonesia (KOKA) menyatakan, transaksi jual beli saham dengan Liqun Investmenst Indonesia untuk mengembangkan bisnis.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Juli 2026, 18:28 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) mengumumkan perjanjian jual beli saham antara pemegang saham perseroan dan PT Liqun Investments Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (17/7/2026), manajemen PT Koka Indonesia Tbk menyebutkan, perjanjian jual beli saham itu dilakukan pemegang saham perseroan antara lain PT Kreaktif Konstruksi Indonesia, Gao Jinfeng dan Ling Sun dan PT Liqun Investment Indonesia (pembeli) pada 15 Juli 2026. Nilai transaksi perjanjian jual beli saham itu sebesar Rp 17,34 miliar.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Direktur Utama Koka Indonesia, Gao Jing mengatakan, tujuan transaksi ini untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis sehingga dapat meningkatkan prospek pengembangan bisnis di bidang konstruksi, terutama konstruksi infrastruktur.

"Kejadian ini tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyebutkan, Ling Sun, Gao Jinfeng dan PT Kreatif Konstruksi Indonesia tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Liqun Investments Indonesia.

Berdasarkan data RTI, harga saham KOKA ditutup menguat 27,49% menjadi Rp 218 per saham pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Harga saham KOKA dibuka naik tiga poin menjadi Rp 174 per saham. Saham KOKA berada di level tertinggi Rp 218 dan terendah Rp 173 per saham. Total frekuensi perdagangan 33.464 kali dengan volume perdagangan saham 3.226.708 saham. Nilai transaksi Rp 64 miliar.

Adapun Koka Indonesia bergerak di bidang usaha jasa konstruksi gedung industri, bangunan sipil dan gedung hunia. Perseroan mencatatkan saham perdana di BEI pada 2023.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 17 Juli 2026

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada sesi kedua perdagangan saham Jumat, (17/7/2026). Lonjakan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan sektor saham keuangan pimpin kenaikan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,1% menjadi 6.175,53. Indeks saham LQ45 melompat 2,19%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Berdasarkan pantauan, IHSG sudah menguat selama lima hari berturut-turut.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, meskipun kalau dari pergerakan bursa global dan mayoritas Asia cenderung terkoreksi, IHSG menguat didorong sejumlah faktor dan sesuai prediksi.

“Kami mencermati dari nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga cenderung melemah serta harga komoditas emas melemah. Dari sektor, emiten-emiten perbankan bigcaps mendorong pergerakan IHSG serta beberapa emiten bigcaps seperti TLKM dan ASII yang juga menguat,” kata dia.

 

Sektor Saham

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menjelang libur akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.192,65 dan level terendah 6.079,31. Sebanyak 349 saham menguat sehingga angkat IHSG. 261 saham melemah dan 187 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.024.037 kali dengan volume perdagangan saham 29,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.915.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham keuangan. Sektor saham keuangan bertambah 2,34%. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,27%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,80%, dan sektor saham kesehatan melonjak 0,67%.

Kemudian sektor saham properti naik 0,38%, sektor saham infrastruktur bertambah 0,26%, dan sektor saham transportasi menguat 0,11%. Sektor saham energi turun 0,11%, sektor saham basic merosot 0,50%, sektor saham industri terpangkas 0,45%, dan sektor saham teknologi tergelincir 0,25%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya