Liputan6.com, Jakarta - Dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, berhadapan dalam laga puncak Final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung di New Jersey-New York, Senin (20/7/2026) pukul 02.oo WIB.
Spanyol, yang merupakan juara Eropa, berhasil melaju ke final pertama sejak tahun 2010 setelah menaklukkan Prancis di babak semifinal. Di sisi lain, Argentina, sang juara bertahan Piala Dunia, menjaga asa untuk meraih gelar dunia kedua secara beruntun. Mereka mencapai final usai memenangi pertandingan sengit dengan skor 2-1 melalui comeback dramatis melawan Inggris di semifinal.
Advertisement
Spanyol Membidik Sejarah Eropa di Benua Amerika
Spanyol datang sebagai salah satu favorit juara dan berpotensi mencetak sejarah sebagai negara Eropa kedua yang berhasil memenangkan Piala Dunia di Benua Amerika. Prestasi ini sebelumnya pernah ditorehkan oleh Jerman pada edisi 2014.
Pada turanmen di Brasil, Jerman berhasil mengangkat trofi, kebetulan juga dengan menghadapi Argentina. Skor tipis 1-0 diraih berkat melalui gol tunggal Mario Götze di babak perpanjangan waktu. Laga puncak tersebut digelar di Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Sebelumnya, Jerman juga mencatat kemenangan ikonik saat menumbangkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1 di semifinal.
Keberhasilan Spanyol mencapai final kali ini, yang merupakan yang pertama bagi mereka sejak 2010, semakin mengukuhkan ambisi mereka untuk mengikuti jejak Jerman dan membawa pulang trofi dari tanah Amerika.
Misi Argentina Pertahankan Gelar
Argentina memiliki ambisi besar untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia, sebuah pencapaian langka yang hanya pernah diraih oleh dua negara sebelumnya.
Italia adalah negara pertama yang berhasil melakukan itu, memenangkan Piala Dunia 1934 di kandang sendiri dengan mengalahkan Cekoslowakia 2-1, dan kemudian menjuarai Piala Dunia 1938 di Prancis setelah menundukkan Hungaria 4-2. Hanya empat pemain, yaitu Giovanni Ferrari, Guido Masetti, Giuseppe Meazza, dan Eraldo Monzeglio, yang menjadi bagian dari skuad Italia di kedua turnamen tersebut.
Brasil menyusul sebagai negara kedua yang mempertahankan gelar. Mereka menjuarai Piala Dunia 1958 di Swedia dengan mengalahkan tuan rumah 5-2 di final, lalu kembali berjaya di Piala Dunia 1962 di Chili setelah menundukkan Cekoslowakia 3-1. Meskipun Pele mengalami cedera di awal turnamen 1962, Garrincha mengambil peran penting dalam kesuksesan Brasil. Sebanyak 14 pemain dari skuad 1958 juga mempertahankan tempat mereka di skuad 1962.
Antara 2026, 2014, dan 1990
Di sisi lain, final 2026 memiliki banyak kemiripan dengan dua edisi yakni 2014 dan 1990. Jika Jerman memecahkan rekor pada 2014, Argentina juga terlibat di laga puncak turnamen 1990.
Pada kompetisi di Italia, Argentina yang saat itu juga berstatus juara bertahan harus mengakui keunggulan lawan. Dalam pertandingan yang berlangsung pada 8 Juli 1990 di Stadio Olimpico, Roma, Italia, La Albiceleste yang diperkuat Diego Maradona kalah 1-0 dari Jerman Barat.
Gol tunggal Jerman Barat dicetak melalui tendangan penalti Andreas Brehme pada menit ke-85.