Liputan6.com, Jakarta - Dimas Aditya kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film horor psikologis Juminten Edan. Dalam film tersebut, Dimas memerankan Manto, putra seorang juragan yang harus berjuang mempertahankan cintanya kepada Juminten.
Menurut Dimas, karakter Manto memiliki sisi yang kompleks. Meski hidup di bawah bayang-bayang ayah yang keras, Manto dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai keluarganya.
Advertisement
"Di Juminten, aku berperan sebagai Manto. Manto ini anak juragan garang yang jatuh cinta dengan Juminten, yang hubungannya tidak disetujui oleh orang tuanya. Akhirnya dia memutuskan untuk kawin lari lah ibaratnya," ungkap Dimas Aditya di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Terlibat dalam film yang memiliki sejumlah adegan menantang, Dimas mengaku kini lebih selektif dalam mengambil adegan fisik yang berisiko. Sejak awal produksi, ia sudah membatasi porsi adegan laga yang harus dijalaninya.
"Gue nggak tahu, memang passion gue nggak di action sih. Itu aja," katanya.
Bayangkan Kalau Dibanting-banting
Selain faktor minat, usia menjadi pertimbangan Dimas menerima adegan menantang. Ia merasa kondisi fisiknya kini tidak lagi sama seperti dulu, sehingga harus lebih berhati-hati dalam memilih adegan yang berpotensi menimbulkan cedera.
"Gue juga ngerasa udah mulai tua sih. Dulu mungkin pas zaman-zaman 20 tahun yang lalu oke lah. Nah sekarang gue udah ngerasa untuk badan gue agak kurang worth it kalau harus dibanting-banting, dipukul-pukul. Jadi ya..." tuturnya.
Tak Ragu Minta Bantuan Stuntman
Maka itu Dimas selalu mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum menyetujui adegan berbahaya. Ia tidak ragu meminta alternatif lain apabila sebuah adegan dinilai terlalu berisiko.
"Kalau misalnya memang treatment-nya membuat gue membahayakan diri gue, ya gue tidak akan mengambil. Atau mungkin mereka bisa cari opsi lain, pakai stuntman atau gimana," pungkasnya.
Tentang Film Juminten Edan
Juminten Edan disutradari Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh. Film ini bercerita tentang Juminten, perempuan penyandang disabilitas wicara dan pendengaran yang kembali ke kampung halamannya setelah delapan tahun merantau.
Juminten pulang bersama suaminya, Manto dan putri mereka, Saskia. Namun kepulangan mereka justru menjadi awal teror mengerikan. Perilaku Juminten berubah hingga mengancam keselamatan keluarganya, hingga memunculkan dugaan bahwa ia dihantui trauma kelam dari masa lalu.
Selain Dimas Aditya, film ini dibintangi Meisya Amira, Sharon Jovian, dan Anne J. Coto. Film Juminten Edan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 Juli 2026.