Ledakan Gudang Amunisi Madiun, DPR Minta TNI AD Bentuk Tim Investigasi

DPR meminta investigasi menyeluruh terhadap penyebab ledakan, termasuk mengevaluasi sistem penyimpanan amunisi hingga lokasi gudang.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 17 Juli 2026, 14:44 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) TB Hasanuddin meminta TNI Angkatan Darat (AD) membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang terjadi pada Kamis (16/7/2026).

DPR meminta investigasi menyeluruh terhadap penyebab ledakan, termasuk mengevaluasi sistem penyimpanan amunisi hingga lokasi gudang.

"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan, mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang, hingga penerapan prosedur pengamanan," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, tim investigasi juga perlu memeriksa kondisi dan usia amunisi yang tersimpan, termasuk memastikan ada atau tidaknya amunisi yang telah kedaluwarsa, rusak, maupun mengalami penurunan kualitas.

"Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia, maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional," ujarnya.

Selain itu, TB Hasanuddin meminta TNI AD mengevaluasi keberadaan gudang amunisi yang lokasinya terlalu dekat dengan permukiman warga. Menurut dia, apabila tidak lagi memenuhi standar jarak aman, gudang tersebut sebaiknya dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan, pengawasan, dan pengamanan amunisi agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.

 

Satu Prajurit Meninggal Dunia

Anggota Polri dan prajurit TNI mengikuti apel bersama terkait operasi pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Mabes TNI AD mengungkapkan ledakan di Gudang Amunisi II Puspalad di Kecamatan Saradan bermula saat personel tengah melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi.

Akibat insiden tersebut, satu prajurit meninggal dunia, empat prajurit mengalami luka berat, dan dua prajurit lainnya mengalami luka ringan.

"Insiden terjadi ketika personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden itu, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya