PIP Salurkan Pembiayaan Rp 65 Triliun kepada 14,9 Juta UMKM

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB, dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Juli 2026, 05:33 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menyalurkan pembiayaan Rp 65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga Juni 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat membuka Pasar Rakyat Usaha Mikro di Alun Alun Kidul Yogyakarta, Kamis sore, (16/7/2026) dikutip dari Antara.

"Saya apresiasi untuk PIP sejak 2017 sampai Juni 2026 pemerintah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan," tutur Purbaya saat membuka Pasar Rakyat Usaha Mikro di Alun Alun Kidul Yogyakarta, Kamis sore.

Purbaya menuturkan, akses permodalan kepada pelaku usaha sangat penting untuk semakin menumbuhkan dan menguatkan ekonomi masyarakat, mengingat Indonesia memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM.

"Lebih dari 67 persen UMKM di antaranya merupakan usaha mikro, mereka menyumbang lebih dari 60 persen PDB (produk domestik bruto) dan menyerap hampir 117 juta tenaga kerja," ujar dia.

Purbaya menuturkan, sektor UMKM memang berkontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi dia harus jujur, usaha mikro dan ultra mikro adalah kelompok yang paling cepat terdampak.

"Ketika harga bahan baku naik, permintaan turun distribusi terganggu atau ada kebutuhan mendadak mereka tidak punya bantalan yang tebal," katanya.

Disamping itu, kata Menkeu, akses ke permodalan juga susah, dan sekarang ini pemerintah melalui PIP telah menurunkan bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro dari sebelumnya 22,5% menjadi 8% .

Purbaya juga menyebut, ekonomi Indonesia itu tangguh, pada kuartal pertama 2026 ekonomi nasional tumbuh 5,61% tertinggi sejak 2014, tetapi pada periode sama ekonomi Yogyakarta tumbuh 5,8%.

"Angka-angka itu penting, tetapi masyarakat tidak memikirkan statistik ekonomi, mereka tanyanya warung ramai enggak, hasil tani ada pasarnya enggak, penghasilan cukup atau nggak. Itulah kenapa APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM," ujar dia.

Sebelumnya, Purbaya melakukan serangkaian kunjungan kerja di Yogyakarta dengan agenda utama meliputi peresmian becak listrik bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Alun-Alun Kidul.

Pasar Rakyat UMi 2026 menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM binaan Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang menawarkan beragam produk unggulan kepada masyarakat.

 

Program Bekalista

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Selain menjadi ajang promosi dan pemasaran produk UMKM, kegiatan ini juga menyediakan paket sembako murah, berbagai perlombaan dan hiburan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengenalkan program Bekalista sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui elektrifikasi becak. Sebanyak 80 penerima manfaat menjadi bagian dari program ini, dengan 15 pengayuh becak hadir mewakili dalam acara tersebut.

Ekosistem Bekalista telah dilengkapi dengan 12 stasiun pengisian daya, satu bengkel mobile, delapan baterai cadangan, serta bengkel induk yang berada di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Seluruh pembangunan ekosistem tersebut melibatkan 100 persen tenaga kerja lokal Yogyakarta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya