Liputan6.com, Kopenhagen - Sebuah gunung es berukuran sangat besar hanyut lebih dari 1.200 kilometer menyusuri pantai timur Greenland. Lembaga penyiaran Denmark, DR, melaporkan hal itu pada Kamis (16/7/2026) dengan mengutip Institut Meteorologi Denmark (DMI).
Gunung es tersebut memiliki panjang sekitar 5,7 kilometer dan lebar 4 kilometer. Sebagai gambaran, panjangnya setara dengan sekitar 54 lapangan sepak bola yang disusun berderet.
Advertisement
Bagian yang terlihat di atas permukaan laut memiliki tinggi sekitar 10 hingga 25 meter.
Menurut DMI, gunung es berbentuk datar seperti ini biasanya terbawa ke arah selatan bersama hamparan es yang mengapung di laut sepanjang pantai timur Greenland pada musim dingin dan musim semi.
Gunung es itu umumnya mencapai wilayah selatan Greenland pada musim panas. Ketika tiba di kawasan tersebut, ukurannya biasanya tinggal sekitar 200 hingga 500 meter.
Hans Henrik Light, analis es dari layanan pemantauan es DMI, mengatakan gunung es berukuran antara tiga hingga enam kilometer hanya terlihat setiap dua atau tiga tahun sekali.
Light mengatakan telah memantau gunung es tersebut selama beberapa tahun.
Hingga musim dingin lalu, gunung es itu masih terperangkap di dekat Ile-de-France, sebuah pulau tak berpenghuni di timur laut Greenland.
Menurut Light, gunung es tersebut telah hanyut lebih dari 1.200 kilometer dari Gletser Nioghalvfjerds. Selama ini, gunung es itu terlindungi oleh lapisan es yang menutupi permukaan laut di sekelilingnya.
Light mengatakan gunung es tersebut kini tidak lagi dikelilingi lapisan es yang menutupi permukaan laut. Saat terus bergerak ke arah selatan, gunung es itu diperkirakan akan pecah menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil.
DMI memantau gunung-gunung es karena keberadaannya dapat membahayakan pelayaran di perairan Greenland. Lokasi gunung es dicantumkan dalam peta es yang digunakan kapal-kapal untuk bernavigasi di kawasan tersebut.
Menurut DMI, sebelum tahun 2000, gunung es seperti ini hampir tidak pernah ditemukan di sepanjang pantai timur Greenland karena tertahan sepanjang tahun oleh hamparan es laut tebal yang menetap di kawasan pesisir.
DMI mengatakan gunung es semacam ini mulai muncul akibat iklim yang semakin menghangat.