Zulhas: Transformasi Pelabuhan Kunci Perkuat Ketahanan Pangan

Zulhas menuturkan pelabuhan merupakan simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 16 Juli 2026, 12:09 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan transformasi kepelabuhanan merupakan salah satu langkah yang dapat mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan.

"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia," kata Zulhas dalam acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7), seperti dikutip dari Antara.

Zulhas menuturkan pelabuhan merupakan simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi ekosistem kepelabuhanan akan memberikan pengaruh yang sangat besar.

Menurut dia, ketahanan pangan kini tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik yang andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.

Oleh sebab itu, dia menekankan transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Dorongan transformasi pelabuhan di Indonesia, antara lain, diwujudkan melalui Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI, yakni program apresiasi pemerintah yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey.

Program tersebut berfokus pada dua aspek utama, yaitu pelestarian lingkungan (green port) dan efisiensi logistik berbasis digital (smart port), guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Konsep green port memastikan pelabuhan ramah lingkungan melalui pengelolaan ekosistem pesisir, seperti mangrove, penurunan emisi karbon, dan efisiensi energi.

Sementara itu, smart port menerapkan digitalisasi dan integrasi sistem operasional untuk menekan biaya logistik serta mempercepat arus barang.

Dalam hal ini, salah satu pemerintah daerah yang menegaskan kesiapannya mendukung penerapan green dan smart port adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik meraih predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pada puncak acara GSPI ASRI yang turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Acara tersebut digelar di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP), TUKS Petrokimia Gresik berhasil meraih predikat pelabuhan terbaik nasional. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Predikat tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatat nilai akhir 94 persen dalam asesmen GSP, meningkat dibandingkan capaian 82 persen pada 2022.

Pencapaian itu merupakan hasil penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku untuk proses produksi dan distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang mencerminkan penerapan aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan kepelabuhanan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

"Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku untuk proses produksi dan distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik serta dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing," ujar Daconi.

Ia menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan.

"Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional," kata Daconi.

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya