Ledakan di Puspalad, TNI Jamin Perawatan Amunisi Sudah Sesuai Prosedur

TNI AD masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan amunisi yang meledak.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 16 Juli 2026, 19:36 WIB
Ledakan Dahsyat Guncang Gudang Munisi Puspalad di Madiun.

Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) memastikan pemeliharaan dan perawatan munisi di Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, telah dilaksanakan sesuai prosedur sebelum ledakan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan insiden terjadi ketika personel sedang melaksanakan pemeliharaan dan perawatan munisi sesuai prosedur yang berlaku.

"Pemeliharaan dan perawatan memang sudah melalui prosedur-prosedur yang dijalankan, mulai dari briefing awal sampai pelaksanaan," kata Donny dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Donny menegaskan TNI AD masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan amunisi yang meledak. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan ruang kepada tim investigasi untuk bekerja secara optimal.

"Untuk jenis munisi dan sebagainya kita menunggu tim investigasi," ujar Donny.

Donny menambahkan lokasi kejadian telah diamankan dan ditutup. Hanya tim investigasi yang diperbolehkan masuk dengan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.

“Penanganannya tidak sembarangan. Tidak bisa langsung masuk. Saat ini sedang dilakukan pembersihan dulu, mulai dari ring luar sampai ke titik tempat meledaknya,” ucapnya.

 

Tim Investigasi Dikerahkan

Terkait target penyelesaian investigasi, Donny mengatakan tidak ada batas waktu khusus. Menurutnya, yang terpenting seluruh fakta dapat diungkap secara menyeluruh.

"Investigasi menyeluruh. Untuk waktunya tidak dibatasi, yang jelas secepatnya agar semuanya bisa terbuka," tandasnya.

Sebelumnya, ledakan tersebut mengakibatkan seorang personel gugur, empat personel mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim investigasi TNI AD juga telah diterjunkan ke lokasi guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya