Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kapal penumpang, KM Nurul Salsa, terbalik di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hingga Kamis (16/7/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 penumpang yang dilaporkan hilang.
Berdasarkan data terbaru Basarnas Makassar, kapal tersebut mengangkut 74 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal. Dari jumlah itu, 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian (DP).
Advertisement
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Namun, saat melintas di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar, kapal mengalami mati mesin. Dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut, kapal kemudian terbalik sehingga seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri.
"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," kata Arif.
50 Korban KM Nurul Salsa Dievakuasi
Operasi penyelamatan berlangsung sepanjang malam. Sekitar pukul 04.00 WITA, Kamis (16/7/2026), KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan para korban di laut.
Sebanyak 43 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Sementara tujuh orang lainnya lebih dahulu diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi sebelum dievakuasi ke Pulau Polassi.
Arif mengatakan data korban masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring proses identifikasi serta pendataan yang dilakukan bersama keluarga korban dan instansi terkait.
"Data korban ini masih terus kami validasi karena kami menunggu informasi dari pihak keluarga. Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan tambahan terkait penumpang yang berada di KM Nurul Salsa," ujarnya.
Operasi pencarian ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin-877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Kepulauan Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polairud, serta kapal-kapal nelayan yang ikut membantu penyisiran.
Tim SAR gabungan memusatkan pencarian di sekitar lokasi kapal terbalik dan area yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap).