Warren Buffett Alihkan Donasinya dari Bill Gates ke Orang Ini

Mantan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett ungkap alasannya tak lagi jadi donatur Gates Foundation.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 16 Juli 2026, 21:00 WIB
Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: Yuri Gripas/AFP

Liputan6.com, Jakarta - Donatur terbesar Gates Foundation, mantan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett mengatakan akan menghentikan donasi kepada Gates Foundation pada Rabu, 15 Juli 2026. Dia menjelaskan keputusan ini tidak didasari hubungan pemilik Gates Foundation, Bill Gates, dengan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein

Melansir The Associated Press, Kamis (16/7/2026), Buffett menerangkan, keputusan ini lahir dari kepercayaan terhadap tiga anaknya untuk mendistribusikan kekayaan miliknya.

Buffett menganggap hubungan Bill Gates dengan Epstein “mengecewakan”, tetapi investor berusia 95 tahun ini mengatakan dia juga pernah membuat kesalahan yang sama, dikutip dari CNBC, Kamis.

"Sejak 1 Januari, saya sudah banyak membaca tentang Bill dan Epstein. Saya juga sudah membaca pernyataan yang dia sampaikan di hadapan Kongres di bawah sumpah, serta transkrip pemeriksaan silang,” ujarnya. Dia juga mencatat fakta Bill dan Epstein akhirnya memutus relasi.

Buffett menyatakan, yayasan baru akan dibentuk setelah ia wafat. Ini bertujuan untuk mendistribusikan kekayaannya, dan anak-anaknya akan menentukan ke mana dana tersebut akan didonasikan. Dia ingin keputusan tersebut dibuat sebelum anak-anaknya wafat atau menua, karena putri pertamanya akan berusia hampir 81 tahun dalam delapan tahun.

Buffett akan mendonasikan saham Berkshire Hathaway sebanyak US$ 140 miliar, atau sekitar Rp 2,5 kuadriliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.972) kepada keluarganya dan ketiga anaknya, Howard, Susie, dan Peter. Kebijakan Buffett ini tidak mengejutkan bagi Bill Gates. 

Dia terbang ke Omaha beberapa minggu lalu dan menghabiskan beberapa jam berbincang dengan Buffett. Keduanya sudah jarang berbincang sejak sebelum informasi tambahan mengenai Gates dan Epstein dirilis oleh pemerintah federal AS terkait investigasi Epstein.

Gates Foundation Masih Berdiri Tegak

Bill Gates dan Melinda di video Gates Foundation. Dok: YouTube - Gates Foundation

Bill Gates menyatakan, ia hanya berhubungan dengan Epstein demi menggalang dana untuk kegiatan amal. Ia mengaku tidak tahu tentang kejahatan kriminal Epstein kala itu.

Epstein yang terjerat kasus pelecehan seksual terhadap banyak anak di bawah umur ditemukan meninggal Agustus 2019 di Lapas Federal Manhattan. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri oleh dokter forensik kota New York.

Menurut Bill Gates, Buffett adalah “salah satu dermawan paling terbesar sepanjang masa dan seorang teman baik” yang diharap dapat menghabiskan waktu lagi bersamanya di masa depan.

"Kebijakannya, kedermawanannya, dan tujuannya yang mendalam telah mendefinisikan hidupnya dan filantropinya. Dukungannya terhadap Gates Foundation selama 20 tahun, sebanyak hampir US$ 50 miliar, setara hampir Rp 900 triliun, terjadi dalam skala yang tak pernah ada sebelumnya, dan ini telah menyelamatkan jutaan jiwa,” ujar Bill Gates.

Meski Buffett berencana untuk memutus donasinya terhadap Gates Foundation setelah ia wafat, berdasarkan pernyataannya pada tahun 2024, Gates Foundation masih memiliki sumber daya yang melimpah. Nilai asetnya mencapai hampir US$ 90 miliar, atau Rp 1,6 kuadriliun pada akhir tahun lalu. Bill Gates menjanjikan untuk mendonasikan hampir seluruh kekayaannya kepada yayasan tersebut.

Buffett Percepat Distribusi Kekayaan

Peringkat kedua diikuti oleh pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Kekayaan pria 86 tahun ini mencapai US$ 75,6 miliar atau sekitar Rp 1.005 triliun. (NYC)

Buffett menyatakan, ingin saham Berkshire didistribusikan lebih cepat dari rencana sebelumnya, yaitu pada akhir 2034. Ia harus meningkatkan donasi tahunannya secara drastis untuk ini, yakni sebesar lebih dari US$ 17 miliar, atau sekitar Rp 305,7 triliun.

Saat ini ia telah memberi sekitar US$ 6 miliar, atau hampir Rp 108 triliun, untuk Susan Thompson Buffett Foundation, yang dinamai dengan nama mendiang istri pertamanya dan yayasan anak-anaknya, Sherwood Foundation, Howard G. Buffett Foundation dan Novo Foundation. 

Rabu sore, Buffett menyerahkan dokumen kepada Komisi Sekuritas dan Bursa yang menunjukkan bahwa ia telah menyumbangkan total 12 juta saham Kelas B Berkshire kepada yayasan tersebut.

Percepatan rencana Buffett menyebabkan penggantinya di Berkshire Hathaway, Greg Abel, tidak bisa mengandalkan keluarga Buffett sebagai pemegang saham terbesar perusahaan selama yang diduga. Kini Buffett menguasai hampir 30% hak suara melalui 188.290 saham Kelas A miliknya.

Meski begitu, Buffett menyatakan Abel adalah orang yang tepat untuk melanjutkan perusahaan, dan itu kian terbukti.

Ia juga mengatakan bahwa besar Berkshire di perusahaan induk Google adalah keputusan yang ia ambil, meskipun Abel menyetujuinya. Bulan lalu, Berkshire setuju untuk investasi US$ 10 miliar lagi, atau sekitar Rp 180 triliun di Alphabet setelah meningkatkan kepemilikannya tiga kali lipat.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya