Akhir Tragis Pria Standing Motor di Jembatan Kampar

Seorang pria muda terjatuh ke sungai usai melakukan aksi standing sepeda motor di Jembatan Rantai Berangin.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 16 Juli 2026, 13:24 WIB
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban. (Liputan6.com/ Dok Ist Basarnas)

 

Liputan6.com, Pekanbaru - Seorang pria muda yang dilaporkan hilang usai terjatuh saat aksi standing sepeda motor dari Jembatan Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hal itu diutarakan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Pekanbaru, Kamis (16/7/2026).

Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan keberadaan korban pada Kamis pagi. Penemuan korban tersebut usai dilakukan pencarian selama tiga hari.

"Dengan telah ditemukannya korban, maka Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia berupa satu orang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin secara resmi kami usulkan untuk ditutup. Bersamaan dengan itu, seluruh unsur SAR yang terlibat kini dikembalikan ke instansi dan kesatuan masing-masing," katanya di Pekanbaru, Kamis (16/7/2026).

Sebelum korban ditemukan, tim SAR gabungan mengevaluasi hasil pencarian dari dua hari sebelumnya, sekaligus menyusun strategi penyisiran baru yang disesuaikan secara presisi dengan rencana operasi (renops) hari ketiga. 

Budi menjelaskan, dalam renops hari terakhir personel gabungan dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Setiap unit bergerak menggunakan perahu karet untuk menyisir sepanjang aliran sungai dengan memperluas radius pencarian hingga mencapai kurang lebih enam kilometer ke arah hilir dari titik awal perkiraan korban terjatuh.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Kamis pukul 09.40 WIB saat petugas gabungan yang berada di salah satu SRU melihat sesosok jasad mengapung. Tim langsung mengonfirmasi bahwa objek tersebut merupakan korban yang selama ini dicari dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Lokasi penemuan jasad pemuda tersebut berada pada jarak sekitar 5,4 kilometer dari lokasi kejadian perkara awal. Setelah berhasil dievakuasi dari derasnya arus sungai ke atas perahu, jenazah korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kuok untuk dilakukan proses identifikasi serta penanganan medis lebih lanjut," ungkapnya.

Pihak otoritas memastikan seluruh prosedur medis di puskesmas telah sesuai. Jenazah korban langsung diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya