Duduk Perkara Snorkeling Berujung Maut 2 Turis China

Saat kedua turis snorkeling di Labuan Bajo, tidak ada kru kapal maupun pemandu wisata yang mengawasi pergerakan mereka di dalam air.

oleh Ola KedaDiterbitkan 16 Juli 2026, 12:14 WIB
Tim SAR saat mengevakuasi WNA China yang tewas tenggelam di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo. (Liputan6.com/ Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Dua wisatawan asal China tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). Kedua korban atas nama Guo Xingyou dan Sha Gingyang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman mengatakan, pihaknya melakukan pencarian setelah menerima laporan. Sekitar pukul 12.45 Wita, korban pertama yaitu Guo Xingyou ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wisatawan lain yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Tim SAR gabungan kemudian membawa korban ke RSUD Komodo Labuan Bajo, namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.

Selanjutnya pencarian korban kedua terus dilakukan. Pada pukul 16.44 Wita, jasad Sha Gingyang berhasil ditemukan pada kedalaman 23 meter dengan kondisi sudah meninggal dunia. Jasad kemudian dievakuasi untuk penanganan selanjutnya.

Duduk Perkara

Fathur menjelaskan, kejadian nahas itu bermula saat kedua turis tersebut sedang menyelam sambil melihat pemandangan bawah air, tiba-tiba dihantam gelombang tinggi hingga keduanya tenggelam.

"Kedua korban WNA China sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, namun nahas gelombang tinggi menghantam kedua korban dan tenggelam," ujar Fathur.

Fathur juga mengatakan, keduanya yang merupakan pasangan suami-istri tidak mengenakan jaket keselamatan atau life jacket, saat melakukan aktivitas snorkeling.

"Kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan. Tidak ada yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air," ungkapnya.

Saat kedua turis tersebut melakukan aktivitas snorkeling, tidak ada kru kapal maupun pemandu wisata yang mengawasi pergerakan mereka di dalam air.

"Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem," jelasnya.

Hingga saat ini proses penyelidikan terkait penyebab pasti dan apakah ada unsur kelalaian keselamatan, masih dilakukan pihak berwenang.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya